Selasa, 17 Mei 2011
jihad dan wanita
JIHAD DAN WANITA
Bagaimana sih posisi jihadnya para wanita??
Hmm.. kita udah tak asing mendengar kata jihad ya? Dan biasanya yg terpikir oleh kita bahwa jihad itu sesuatu yg identik dengan perang dan berjuang.. kalo begitu gimana donk dg jihadnya para wanita? Padahal Allah SWT mewajibkan orang-orang yg beriman baik laki-laki maupun wanita untuk berjihad!! Okok.. mari kita bahas..:-)
Pengertian jihad sendiri menurut bahasa artinya berperang / bersungguh-sungguh di jalan Allah... jika laki-laki bisa mengerahkan seluruh kekuatan fisik dan spiritualnya untuk berperang dg musuh2 Allah.. lalu bgmn dg wanita? Kalo kita bayangin kan nggak mungkin jika wanita harus ikut turun di medan perang juga, mengingat kondisi fisik mereka lebih lemah daripada laki-laki..
Namun perlu kita ingat bahwa Allah selalu mempermudah hamba2Nya koq.. jadi buat para wanita, jangan khawatir.. berikut ini adalah beberapa contoh bentuk-bentuk jihadnya para wanita:
1. Menjaga agamanya
Wanita wajib n harus menjaga agamanya dg apapun, salah satunya bisa memberikan pikiran-pikiran yg baik untuk islam.. contoh kecilnya adalah menuntut ilmu kemudian mengamalkannya. Bisa dg mengajar TPA, atau nulis buletin, dsb (sesuai kemampuan kita). Ingat kan sabda Rasul “Sampaikanlah walau satu ayat”.. jangan pelit kalo sama ilmu.. mari berlomba-lomba untuk bisa bermanfaat bagi orang lain..OK? ^__^
2. Menjaga Jiwa n nyawanya
Hal ini adalah sesuatu yg sangat penting. Karena setiap manusia diamanahi oleh Allah sebuah nyawa dan jiwa yg bersemayam di dalam tubuh. sebelum amanah itu akan dipetanggung jawabkan kelak, maka kita wajib untuk menjaganya mulai sekarang. Masa tega seh menyakiti tubuh kita sendiri!! . misalnya kita menjaga kesehatan tubuh dan berobat bila sakit. Jika jasmani sehat pasti rohani akan ikut sehat.
3. Menjaga akalnya
Salah satu cara untuk menjaga akal adalah dengan terus menerus menuntut ilmu shg kita bisa memanfaatkan akal fikiran yg diberikan oleh Allah. Nah, berbagai upaya untuk menujunya, bisa juga disebut sbg jihad juga lho.. contoh: pngorbanan kita thd waktu luang , bensin , uang, dsb untuk menuntut ilmu.. jadi jangan takut kalo harta kita akan habis, insya Allah jika hati ikhlas, Allah akan menggantinya dg yg lebih baik.
4. Menjaga kehormatan dan harta
Menjaga kehormatan : menjaga diri dari hal-hal yg membahayakan dan menutup aurat
Menjaga harta : kesungguhan kita untuk mendapatkan harta yg halal. Caranya,kita harus ikhlas menerima setiap berapapun yg menjadi rezeki halal yg diberikan oleh Allah dan jangan lupa, cara mendapatkannya pun harus dg cara yg halal gitu.
5. Menjaga anak dan keturunannya
Menjaganya dengan jalan pernikahan yg baik dg pilihan pasangan yg baik pula. Seperti pepatah para ulama “ pilihlah wadah (wanita) yg baik karena dari wadah itu akan lahir anak yg baik pula”. Dan sabda Rasulullah “baik buruknya suatu kaum ditentukan oleh wanita-wanitanya”. Hmm.. untuk itu mari kita perbaiki diri kita supaya apa yg kita inginkan menjadi baik pula.. ok??!
Untuk para wanita,, jangan menyerah untuk ber-JIHAD . karena setiap langkahmu menjadi penentu kebaikan para penerusmu yg akan menjadi pemimpin di kemudian hari nanti. Jadi, udah paham kan setidaknya, apa aja sih yg bisa kita lakukan untuk Allah n agama Islam yg mulia ini?? Jangan ngaku beriman kalo belum berjihad!! Hehe.. keep our Dien.. ^__^
Semangat!!! Salam ukhuwah.. Read More..
Label:
muslimah
Minggu, 11 Juli 2010
untuk orangorang yang semoga senantiasa dibukakan pintu hatinya..
dalam jalan ini aku memilih..
bersama-sama menapakinya..
betapa bahagiaaku..
menjadi salah satu bagianmu..
susah sedih..
tawa senang dan bahagia..
semua kurasakan..
yang bahkan membuatku semakin..
mencintaimu..
saudara-saudariku..
namun kini..
semangat itu mulai memudar..
bahkan putih yang suci..
mungkin tlah berubah warna..
menjadi kelabu..
sekelabu hatiku saat ini..
sahabat.. dengarkan pinta hatiku..
betapa aku,,
merindukan kalian..
yang senantiasa bersemangat..
menyongsong masa depan..
di atas dien Allah..
memberikan harapan baru..
atas kejayaan yang selalu kita harapkan..
betapa aku merindukannya..
sekarang..
dimana tawa riang itu??
kemana ukhuwah yang ku banggakan??
entah..
apa lagi yang harus kulakukan..
betapa tak rela hatiku, tanganku.
mataku,dan telingaku..
melepaskan begitu saja..
tali yang telah terajut sekian lama..
dalam dekapan ukhuwah suci ini.
jika kalian membaca puisi ini..
kumohon..
renungkanlah saudara-saudariku..
betapa aku membutuhkan kalian..
berjuang bersama..
menjadi tim terbaik kebanggaan Allah..
dan Rasulullah..
jika suatu ketika..
kita bertemu dengan Rasulullah..
apa yang akan kita katakan??
bagaimana Rasulullah melihat kita??
marahkah..
senagkah..
tersenyumkah..
berpalingkah..
atau malah membuka tangannya untuk memberikan dekapan??
bagaimana saudaraku??
aku takut..
ketika itu, beliau marah..
sedih..
melihatku..
apa yang kan ku lakukan??
bantu aku saudaraku..
agar beliau melapangkan syafaatnya untuk kita..
dari hati yang tak sempurna ini,,
maafkanlah segala khilafku..
maaf sebesar-besarnya..
kumohon..
kembalilah bersamaku..
Jazakallahu Kharan Katsiran
-Istiqomah- Read More..
bersama-sama menapakinya..
betapa bahagiaaku..
menjadi salah satu bagianmu..
susah sedih..
tawa senang dan bahagia..
semua kurasakan..
yang bahkan membuatku semakin..
mencintaimu..
saudara-saudariku..
namun kini..
semangat itu mulai memudar..
bahkan putih yang suci..
mungkin tlah berubah warna..
menjadi kelabu..
sekelabu hatiku saat ini..
sahabat.. dengarkan pinta hatiku..
betapa aku,,
merindukan kalian..
yang senantiasa bersemangat..
menyongsong masa depan..
di atas dien Allah..
memberikan harapan baru..
atas kejayaan yang selalu kita harapkan..
betapa aku merindukannya..
sekarang..
dimana tawa riang itu??
kemana ukhuwah yang ku banggakan??
entah..
apa lagi yang harus kulakukan..
betapa tak rela hatiku, tanganku.
mataku,dan telingaku..
melepaskan begitu saja..
tali yang telah terajut sekian lama..
dalam dekapan ukhuwah suci ini.
jika kalian membaca puisi ini..
kumohon..
renungkanlah saudara-saudariku..
betapa aku membutuhkan kalian..
berjuang bersama..
menjadi tim terbaik kebanggaan Allah..
dan Rasulullah..
jika suatu ketika..
kita bertemu dengan Rasulullah..
apa yang akan kita katakan??
bagaimana Rasulullah melihat kita??
marahkah..
senagkah..
tersenyumkah..
berpalingkah..
atau malah membuka tangannya untuk memberikan dekapan??
bagaimana saudaraku??
aku takut..
ketika itu, beliau marah..
sedih..
melihatku..
apa yang kan ku lakukan??
bantu aku saudaraku..
agar beliau melapangkan syafaatnya untuk kita..
dari hati yang tak sempurna ini,,
maafkanlah segala khilafku..
maaf sebesar-besarnya..
kumohon..
kembalilah bersamaku..
Jazakallahu Kharan Katsiran
-Istiqomah- Read More..
Label:
curhat
untuk ornag yang semoga senantiasa dibukakan pintu hatinya..
dalam jalan ini aku memilih..
bersama-sama menapakinya..
betapa bahagiaaku..
menjadi salah satu bagianmu..
susah sedih..
tawa senang dan bahagia..
semua kurasakan..
yang bahkan membuatku semakin..
mencintaimu..
saudara-saudariku..
namun kini..
semangat itu mulai memudar..
bahkan putih yang suci..
mungkin tlah berubah warna..
menjadi kelabu..
sekelabu hatiku saat ini..
sahabat.. dengarkan pinta hatiku..
betapa aku,,
merindukan kalian..
yang senantiasa bersemangat..
menyongsong masa depan..
di atas dien Allah..
memberikan harapan baru..
atas kejayaan yang selalu kita harapkan..
betapa aku merindukannya..
sekarang..
dimana tawa riang itu??
kemana ukhuwah yang ku banggakan??
entah..
apa lagi yang harus kulakukan..
betapa tak rela hatiku, tanganku.
mataku,dan telingaku..
melepaskan begitu saja..
tali yang telah terajut sekian lama..
dalam dekapan ukhuwah suci ini.
jika kalian membaca puisi ini..
kumohon..
renungkanlah saudara-saudariku..
betapa aku membutuhkan kalian..
berjuang bersama..
menjadi tim terbaik kebanggaan Allah..
dan Rasulullah..
jika suatu ketika..
kita bertemu dengan Rasulullah..
apa yang akan kita katakan??
bagaimana Rasulullah melihat kita??
marahkah..
senagkah..
tersenyumkah..
berpalingkah..
atau malah membuka tangannya untuk memberikan dekapan??
bagaimana saudaraku??
aku takut..
ketika itu, beliau marah..
sedih..
melihatku..
apa yang kan ku lakukan??
bantu aku saudaraku..
agar beliau melapangkan syafaatnya untuk kita..
dari hati yang tak sempurna ini,,
maafkanlah segala khilafku..
maaf sebesar-besarnya..
kumohon..
kembalilah bersamaku..
Jazakallahu Kharan Katsiran
-Istiqomah- Read More..
bersama-sama menapakinya..
betapa bahagiaaku..
menjadi salah satu bagianmu..
susah sedih..
tawa senang dan bahagia..
semua kurasakan..
yang bahkan membuatku semakin..
mencintaimu..
saudara-saudariku..
namun kini..
semangat itu mulai memudar..
bahkan putih yang suci..
mungkin tlah berubah warna..
menjadi kelabu..
sekelabu hatiku saat ini..
sahabat.. dengarkan pinta hatiku..
betapa aku,,
merindukan kalian..
yang senantiasa bersemangat..
menyongsong masa depan..
di atas dien Allah..
memberikan harapan baru..
atas kejayaan yang selalu kita harapkan..
betapa aku merindukannya..
sekarang..
dimana tawa riang itu??
kemana ukhuwah yang ku banggakan??
entah..
apa lagi yang harus kulakukan..
betapa tak rela hatiku, tanganku.
mataku,dan telingaku..
melepaskan begitu saja..
tali yang telah terajut sekian lama..
dalam dekapan ukhuwah suci ini.
jika kalian membaca puisi ini..
kumohon..
renungkanlah saudara-saudariku..
betapa aku membutuhkan kalian..
berjuang bersama..
menjadi tim terbaik kebanggaan Allah..
dan Rasulullah..
jika suatu ketika..
kita bertemu dengan Rasulullah..
apa yang akan kita katakan??
bagaimana Rasulullah melihat kita??
marahkah..
senagkah..
tersenyumkah..
berpalingkah..
atau malah membuka tangannya untuk memberikan dekapan??
bagaimana saudaraku??
aku takut..
ketika itu, beliau marah..
sedih..
melihatku..
apa yang kan ku lakukan??
bantu aku saudaraku..
agar beliau melapangkan syafaatnya untuk kita..
dari hati yang tak sempurna ini,,
maafkanlah segala khilafku..
maaf sebesar-besarnya..
kumohon..
kembalilah bersamaku..
Jazakallahu Kharan Katsiran
-Istiqomah- Read More..
Kamis, 07 Januari 2010
Mengapa Wanita Mudah Menangis?
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita".
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti....". Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.
Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".
[ukhuwah.or.id]
Read More..
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti....". Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.
Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".
[ukhuwah.or.id]
Read More..
Senin, 04 Januari 2010
Tau ga si?!
Do u know guys?
Jadi cewek itu susah! Lebih susah daripada cowok! Eits, para brothers dilarang protes dulu sebelum kelar baca tulisan ini.
Kembali lagi, to be a girl is more harder than a boy, why? Berdasarkan pengalaman pribadi nih, pertama, jadi cewex itu serba salah! Contoh gampangnya masalah tulisan tangan, kalo cewek tulisannya kayak cakar ayam, pasti mengundang banyak komentar, "ih, kamu itu cewek, koq tulisannya cekeremes kayak gitu, yang rapi donk!", padahal kalo cowok, meski tulisannya kayak sandi rumput pun kayaknya orang-orang pada maklum-maklum aja tuh!
Yang kedua masalah penampilan, kalo cowok sah-sah aja dandanannya awut-awutan -mereka bilang abstrak-, rambut sapu -bahasa kerennya jabrik-, baju bolong-bolong (bahasa kerennya belel), badan bau pete -mereka bilang macho-, dan lain sebagainya (eh, ini preman apa centeng pasar sih?hehe..).
Lha kalo cewek? Boro-boro dandan abstrak, rambut melayang dikit aja diberatin biar jatuh koq!
Pokoke nih ya, kalo kamu ngaku cewek, siap-siap aja kamu dituntut ama jaksa untuk selalu rapi jali! Mulai dari ujung rambut sampai jempol kaki harus kinclong en wangi!
Alhasil, para cewek kalo pergi jjs pasti bawa tas khan? Tebak isinya apaan? Nih…
Biar rambut selalu rapi, selalu sedia sisir en kalo perlu hairspray di tas (eh, hairspray masih jaman ga sih?), biar wajah ga kelihatan kucel en kumel plus mengkilap, tenang aja…udah ada kertas minyak en sabun wajah plus oil control moisturizernya , bibir juga ga boleh keliatan kering, so lipgloss pun jadi super penting. Now, apa pernah kamu lihat cowok bawa 'peralatan perang' kayak gitu?
Jalan-jalan lihat wayang kulit, lain penampilan lain pula kulit. Nah, yang ini juga nih, tuntutan berat bagi para cewek, (hehe..) karena kulit cewek diidentikan ama kulit yang halus, lembut en putih. Yang namanya kulit bersisik, kasar, kering, dekil, item, jauh-jauh deh!
Makanya banyak cewek yang bela-belain beli soklin pemutih, ups, sabun pemutih untuk memenuhi tuntutan itu. Ga ketinggalan gigi juga pengen putih, wajah putih, rambut putih…
Lha kalo cowok? "hitam-hitam kereta api, biar hitam banyak yang antri"…alias emang gue pikirin?!, itu mungkin kata mereka. En yang sering luput dari inspeksi komentator amatiran adalah kebersihan kuku, banyak orang yang ga merhatiin kuku para cowok yang sebagian besar memelihara ulet-ulet penyebab cacingan alias kukunya item! (Klo kamu ga merasa kukunya item ga usah sewot ya?!) sementara para cewek banyak yang merhatiin kukunya (sampai-sampai ada salon kuku lho?!). Kuku cewek itu harus bersih, terpotong rapi, tepinya halus -kalo belom halus ya dikikir-, yang semakin panjang semakin menarik (akibatnya sekarang banyak cewek ogah cuci baju karena takut kukunya patah!), apalagi trend sekarang yang lagi booming nail printing, itu tuh kuku yang di cat dan digambari macem-macem (gimana bisa sholat kalo gini?) and seabreg lagi fakta lainnya.
Masih mau fakta yang laen? Hh…sebenernya udah capek nih nulisnya. Tapi ga papa deh, terakhir ya? Yang ini soal baju, kalo cewek pake baju yang 'imut' dikiiit aja, pasti deh banyak 'kicauan burung' yang bikin kuping gatel, belom lagi kalo kena omelan ortu,"kamu itu udah besar, masa pake baju yang mini kayak gitu?! Ga pantes!". Tapi, kalo pake baju yang tertutup (sebagai muslimah jelas pakenya jilbab+kerudung donk, ga bisa ditawar!) masih tetep aja ada comment-comment yang miring, "aduh, kamu itu masih kecil…ga pantes pake baju kebesaran kayak gitu, lagian, ga usah terlalu fanatik gitu ah!". Tuh khan, katanya udah besar, koq jadi kecil lagi??!
Coba tengok para cowok, meski topless and pake kolor ijo doank, ga ada yang ngusik ketenangan mereka di alam sana,eh, maksudnya orang-orang pada adem ayem gitu! (tapi inget, aurat cowok antara pusar sampai lutut, jadi jangan asal diobral ya para jaka tingkir! J ).
Tuh khan bener apa kata saya? Jadi cewek itu susah! Mulai atas sampai bawah harus sempurna. Kata orang, "cewek gitu lho?!".
Padahal kalo Islam bilang, "so what gitu lho?!", Allah ga lihat penampilan kamu koq, Allah juga ga lihat kepinteranmu, apalagi lihat jumlah uangmu. Yang Allah lihat cuma ketakwaanmu.
Hmm…apa standar pertama kita sebagai seorang muslimah untuk bisa dikatakan bertakwa? Jelas..melaksanakan kewajiban berbusana muslimah tentunya. So…say bye-bye to rambut yang ditata beraneka rupa coz sekarang ada kerudung yang menemani kita. Sayonara buat 'kicauan sumbang' karena sekarang ada jilbab yang membalut anggun tubuh kita.(Ups! Hindari kerudung yang ketat! ^.^)
Sebenernya sih ga susah jadi cewek, asal acuan yang dipakai penilaian bukan masalah keduniawian, melainkan acuan berlandaskan Islam.
Mm…tapi bukannya kamu ga boleh tampil cantik en rapi lho ya?! Cuman…inget batasan-batasannya. OK…?! Dan satu lagie nieh yang paling penting n musti diinget.. “Jaga Akhlaq dan Bersihkan Niat”.. Insya Allah hidup ini ga bakal ngeselin.. hehe..
Ladys……be proud of your muslimah identity ;)
http://www.islamuda.com/?imud=rubrik&menu=baca&kategori=7&id=395(dengan sedikit perubahan)
Read More..
Jadi cewek itu susah! Lebih susah daripada cowok! Eits, para brothers dilarang protes dulu sebelum kelar baca tulisan ini.
Kembali lagi, to be a girl is more harder than a boy, why? Berdasarkan pengalaman pribadi nih, pertama, jadi cewex itu serba salah! Contoh gampangnya masalah tulisan tangan, kalo cewek tulisannya kayak cakar ayam, pasti mengundang banyak komentar, "ih, kamu itu cewek, koq tulisannya cekeremes kayak gitu, yang rapi donk!", padahal kalo cowok, meski tulisannya kayak sandi rumput pun kayaknya orang-orang pada maklum-maklum aja tuh!
Yang kedua masalah penampilan, kalo cowok sah-sah aja dandanannya awut-awutan -mereka bilang abstrak-, rambut sapu -bahasa kerennya jabrik-, baju bolong-bolong (bahasa kerennya belel), badan bau pete -mereka bilang macho-, dan lain sebagainya (eh, ini preman apa centeng pasar sih?hehe..).
Lha kalo cewek? Boro-boro dandan abstrak, rambut melayang dikit aja diberatin biar jatuh koq!
Pokoke nih ya, kalo kamu ngaku cewek, siap-siap aja kamu dituntut ama jaksa untuk selalu rapi jali! Mulai dari ujung rambut sampai jempol kaki harus kinclong en wangi!
Alhasil, para cewek kalo pergi jjs pasti bawa tas khan? Tebak isinya apaan? Nih…
Biar rambut selalu rapi, selalu sedia sisir en kalo perlu hairspray di tas (eh, hairspray masih jaman ga sih?), biar wajah ga kelihatan kucel en kumel plus mengkilap, tenang aja…udah ada kertas minyak en sabun wajah plus oil control moisturizernya , bibir juga ga boleh keliatan kering, so lipgloss pun jadi super penting. Now, apa pernah kamu lihat cowok bawa 'peralatan perang' kayak gitu?
Jalan-jalan lihat wayang kulit, lain penampilan lain pula kulit. Nah, yang ini juga nih, tuntutan berat bagi para cewek, (hehe..) karena kulit cewek diidentikan ama kulit yang halus, lembut en putih. Yang namanya kulit bersisik, kasar, kering, dekil, item, jauh-jauh deh!
Makanya banyak cewek yang bela-belain beli soklin pemutih, ups, sabun pemutih untuk memenuhi tuntutan itu. Ga ketinggalan gigi juga pengen putih, wajah putih, rambut putih…
Lha kalo cowok? "hitam-hitam kereta api, biar hitam banyak yang antri"…alias emang gue pikirin?!, itu mungkin kata mereka. En yang sering luput dari inspeksi komentator amatiran adalah kebersihan kuku, banyak orang yang ga merhatiin kuku para cowok yang sebagian besar memelihara ulet-ulet penyebab cacingan alias kukunya item! (Klo kamu ga merasa kukunya item ga usah sewot ya?!) sementara para cewek banyak yang merhatiin kukunya (sampai-sampai ada salon kuku lho?!). Kuku cewek itu harus bersih, terpotong rapi, tepinya halus -kalo belom halus ya dikikir-, yang semakin panjang semakin menarik (akibatnya sekarang banyak cewek ogah cuci baju karena takut kukunya patah!), apalagi trend sekarang yang lagi booming nail printing, itu tuh kuku yang di cat dan digambari macem-macem (gimana bisa sholat kalo gini?) and seabreg lagi fakta lainnya.
Masih mau fakta yang laen? Hh…sebenernya udah capek nih nulisnya. Tapi ga papa deh, terakhir ya? Yang ini soal baju, kalo cewek pake baju yang 'imut' dikiiit aja, pasti deh banyak 'kicauan burung' yang bikin kuping gatel, belom lagi kalo kena omelan ortu,"kamu itu udah besar, masa pake baju yang mini kayak gitu?! Ga pantes!". Tapi, kalo pake baju yang tertutup (sebagai muslimah jelas pakenya jilbab+kerudung donk, ga bisa ditawar!) masih tetep aja ada comment-comment yang miring, "aduh, kamu itu masih kecil…ga pantes pake baju kebesaran kayak gitu, lagian, ga usah terlalu fanatik gitu ah!". Tuh khan, katanya udah besar, koq jadi kecil lagi??!
Coba tengok para cowok, meski topless and pake kolor ijo doank, ga ada yang ngusik ketenangan mereka di alam sana,eh, maksudnya orang-orang pada adem ayem gitu! (tapi inget, aurat cowok antara pusar sampai lutut, jadi jangan asal diobral ya para jaka tingkir! J ).
Tuh khan bener apa kata saya? Jadi cewek itu susah! Mulai atas sampai bawah harus sempurna. Kata orang, "cewek gitu lho?!".
Padahal kalo Islam bilang, "so what gitu lho?!", Allah ga lihat penampilan kamu koq, Allah juga ga lihat kepinteranmu, apalagi lihat jumlah uangmu. Yang Allah lihat cuma ketakwaanmu.
Hmm…apa standar pertama kita sebagai seorang muslimah untuk bisa dikatakan bertakwa? Jelas..melaksanakan kewajiban berbusana muslimah tentunya. So…say bye-bye to rambut yang ditata beraneka rupa coz sekarang ada kerudung yang menemani kita. Sayonara buat 'kicauan sumbang' karena sekarang ada jilbab yang membalut anggun tubuh kita.(Ups! Hindari kerudung yang ketat! ^.^)
Sebenernya sih ga susah jadi cewek, asal acuan yang dipakai penilaian bukan masalah keduniawian, melainkan acuan berlandaskan Islam.
Mm…tapi bukannya kamu ga boleh tampil cantik en rapi lho ya?! Cuman…inget batasan-batasannya. OK…?! Dan satu lagie nieh yang paling penting n musti diinget.. “Jaga Akhlaq dan Bersihkan Niat”.. Insya Allah hidup ini ga bakal ngeselin.. hehe..
Ladys……be proud of your muslimah identity ;)
http://www.islamuda.com/?imud=rubrik&menu=baca&kategori=7&id=395(dengan sedikit perubahan)
Read More..
Minggu, 03 Januari 2010
to...
Hari-hari telah berlalu dengan tawa dan tangis, hangat peluk dan genggam telapak tangan yang kadang terlepas lalu bertaut kembali . Jenuh kadang juga ada menelisik di sudut-sudut jendela hati yang terpenuhi cinta.
Hari ini mungkin kembali berbeda, seperti terlahir kembali. Walau terasa sama seperti kemaren tapi ada harapan dan asa yang saling mengikat. Pilinan tali temali cinta terus saja mengikat. Nafas ini masih terhirup untuk menikmati tapak-tapak yang telanjang , kokoh di setiap kerikil atau batu penghalang.
Hari apa hari ini, Mengapa dada ini begitu buncah dengan kebahagian. Deretan kata yang sampai buat seluruh nadi dan darah di tubuhku bergetar. Kukenang ada kepedihan di tepian rasa, kukenang juga ada tawa , senyum dan sakit bersama terlewati.
Ketika kulihat cahaya yang selama ini dicari, selama ini kaki ku melangkah dan menemui macam cara untuk melihatnya. Cahaya yang kumasuki itu membuat seluruh pusat kehidupanku menjadi penuh makna, dimana aku mengenal Nya dan aku menyentuh Nya.
Tak lagi ku merasa hilang, tak lagi ku merasa sendiri, aku penuh oleh semua kenikmatan syukur . Hari ini aku teriakan keras didada . Terima kasih Rabb, Kau bawakan aku sejumput kasih dan rindu yang akan mungkin ku bawa sampai akhir hayat. Dia tidak akan memalingkan aku dari Mu, aku tidak akan merindunya seperti aku merindukan Mu. Tapi dia ada untuk ku , pengisi jiwaku, menemani indah pekan-pekan yang Kau berikan. Read More..
Hari ini mungkin kembali berbeda, seperti terlahir kembali. Walau terasa sama seperti kemaren tapi ada harapan dan asa yang saling mengikat. Pilinan tali temali cinta terus saja mengikat. Nafas ini masih terhirup untuk menikmati tapak-tapak yang telanjang , kokoh di setiap kerikil atau batu penghalang.
Hari apa hari ini, Mengapa dada ini begitu buncah dengan kebahagian. Deretan kata yang sampai buat seluruh nadi dan darah di tubuhku bergetar. Kukenang ada kepedihan di tepian rasa, kukenang juga ada tawa , senyum dan sakit bersama terlewati.
Ketika kulihat cahaya yang selama ini dicari, selama ini kaki ku melangkah dan menemui macam cara untuk melihatnya. Cahaya yang kumasuki itu membuat seluruh pusat kehidupanku menjadi penuh makna, dimana aku mengenal Nya dan aku menyentuh Nya.
Tak lagi ku merasa hilang, tak lagi ku merasa sendiri, aku penuh oleh semua kenikmatan syukur . Hari ini aku teriakan keras didada . Terima kasih Rabb, Kau bawakan aku sejumput kasih dan rindu yang akan mungkin ku bawa sampai akhir hayat. Dia tidak akan memalingkan aku dari Mu, aku tidak akan merindunya seperti aku merindukan Mu. Tapi dia ada untuk ku , pengisi jiwaku, menemani indah pekan-pekan yang Kau berikan. Read More..
Label:
curhat
Taman Orang - Orang Jatuh Cinta
“Bisikan cinta bukan sekedar bisikan
Tiada yang tahu apa yang telah dikabarkan
Urusan cinta tiada tuntas dengan penalaran
Tiada pula dengan analogi dan pikiran
Urusan cinta adalah urusan sentuhan hati
Urusan demi urusan datang silih berganti..”
Pernahkah merasakan jatuh cinta, pada seseorang? Pasti pernah… Bagaimana rasanya, tak usah kita mencari jawabannya, karena tiap orang jawabannya rata-rata sama. Indah dan berjuta rasanya. Dunia serasa berseri, setiap orang dirasakan ramah, alam di sekelilingnya terasa indah. Katanya orang yang sedang fall in love itu tiap hari harus ketemu, kemana-mana harus sama-sama kalau sekali tak bertemu rindunya setengah mati, yang pasti dunia serasa milik berdua . Mereka tidak peduli dan tidak mempedulikan orang lain, yang penting mereka senang. Yang diingat hanyalah dia….dia….dan dia.
Jika ada yang belum pernah jatuh cinta, cobalah ikut rasakan tanda-tanda yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu. Pertama biasanya ia selalu menghujamkan pandangan matanya pada orang yang dicintainya, kedua malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya. Ketiga ia akan banyak mengingat, membicarakan dan menyebut nama orang yang dicintainya. Kemudian ia tunduk pada perintah orang yang dicintai dan mendahulukan kepentingannya daripada kepentingannya sendiri. Lalu orang yang mencinta bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai, memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya, mencintai tempat dan rumah sang kekasih, segera menghampiri yang dicintai bila dipanggil.
Selanjutnya ia akan ikut mencintai apapun yang dicintai sang kekasih. Jika akan mengunjungi orang yang dicintai jalan yang dilalui terasa pendek meskipun jaraknya jauh sekali. Dan biasanya ia akan salah tingkah jika sedang mengunjungi atau sedang dikunjungi orang yang dicintai. Lalu ia akan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut. Jika ada orang lain yang membahasnya ia akan merasa cemburu. Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai meskipun sebenarnya kita tidak menyukainya. Ini merupakan salah satu keharusan karena sedikit berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai, rasanya merupakan kewajiban.
Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta selain yang disebut diatas adalah ia akan mempunyai kebiasaan baru yaitu suka menyendiri dan kadang ada helaan nafas panjang yang kerap dilakukan. Dan tentunya ia akan selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang akan meregangkan hubungan karena yang dicari pastilah kecocokan antara orang yang mencintai dan orang yang dicintai. Pada akhirnya ia akan tunduk dan patuh pada orang yang dicintai.
Jika kita merasakan salah satu diantara tanda-tanda diatas bersiap-siaplah untuk merasakan tanda-tanda yang lain. Karena kalau salah satu tanda sudah datang, pasti akan diikuti oleh tanda yang lainnya. Bersyukurlah kalau kita mengalaminya. Ada satu hal yang kadang-kadang terlupakan atau dilupakan oleh orang yang sedang jatuh cinta. Apa? Allah, Tuhan yang memiliki cinta. Hanya Dia yang berhak dicintai. Pernahkan kita jatuh cinta pada-Nya?
Kalau jatuh cinta pada sesama manusia ada keinginan dari kita agar orang lain mengetahuinya. Ingin rasanya diberitahukan pada semua orang tentang apa yang sedang terjadi pada kita. Biar semua orang tahu kalau kita sedang jatuh cinta. Akankah sama ceritanya jika sedang jatuh cinta pada Allah. Rasanya tidak. Jika sedang jatuh cinta pada Allah, rasanya kita akan malu untuk mengakuinya apalagi sampai orang lain tahu. Kita akan sangat egois untuk tidak berbagi cerita pada orang lain.
Lalu berapa banyakkah dari kita yang pada saat fall in love selain mengingat dia (kekasih) juga mengingat Allah? Berapa banyakkah dari kita yang menyadari bahwa jatuh cinta merupakan anugerah besar yang harus disyukuri? Jika saja setiap orang yang sedang jatuh cinta pada sesama manusia dan mengalami tanda-tanda seperti tadi, merasakan dan melakukan hal yang sama pula dengan ketika ia jatuh cinta pada Allah Rabbul ‘Alamin, subhanallah, Mahasuci Allah yang telah memberikan cintanya pada manusia dengan memberikan anugrah berupa rasa cinta.
Cinta itu laksana pohon di dalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yag dicintai, dahannya adalah mengetahuinya, ranting-ranting adalah ketakutan kepadanya, daun-daun adalah malu kepadanya, buahnya adalah ketaatan kepadanya dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya. Jika di dalam cinta ada satu bahagian yang kosong, bererti cinta itu kurang. Allah telah mensifati Diri-Nya, bahwa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mereka pun mencintai-Nya.
Sesungguhnya, kecintaan pada Allah pasti menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari azab dan semestinya pula seorang hamba tidak mencoba-coba mengganti cinta hakiki itu dengan yang lainnya.
Wallahua’lam. Read More..
Tiada yang tahu apa yang telah dikabarkan
Urusan cinta tiada tuntas dengan penalaran
Tiada pula dengan analogi dan pikiran
Urusan cinta adalah urusan sentuhan hati
Urusan demi urusan datang silih berganti..”
Pernahkah merasakan jatuh cinta, pada seseorang? Pasti pernah… Bagaimana rasanya, tak usah kita mencari jawabannya, karena tiap orang jawabannya rata-rata sama. Indah dan berjuta rasanya. Dunia serasa berseri, setiap orang dirasakan ramah, alam di sekelilingnya terasa indah. Katanya orang yang sedang fall in love itu tiap hari harus ketemu, kemana-mana harus sama-sama kalau sekali tak bertemu rindunya setengah mati, yang pasti dunia serasa milik berdua . Mereka tidak peduli dan tidak mempedulikan orang lain, yang penting mereka senang. Yang diingat hanyalah dia….dia….dan dia.
Jika ada yang belum pernah jatuh cinta, cobalah ikut rasakan tanda-tanda yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu. Pertama biasanya ia selalu menghujamkan pandangan matanya pada orang yang dicintainya, kedua malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya. Ketiga ia akan banyak mengingat, membicarakan dan menyebut nama orang yang dicintainya. Kemudian ia tunduk pada perintah orang yang dicintai dan mendahulukan kepentingannya daripada kepentingannya sendiri. Lalu orang yang mencinta bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai, memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya, mencintai tempat dan rumah sang kekasih, segera menghampiri yang dicintai bila dipanggil.
Selanjutnya ia akan ikut mencintai apapun yang dicintai sang kekasih. Jika akan mengunjungi orang yang dicintai jalan yang dilalui terasa pendek meskipun jaraknya jauh sekali. Dan biasanya ia akan salah tingkah jika sedang mengunjungi atau sedang dikunjungi orang yang dicintai. Lalu ia akan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut. Jika ada orang lain yang membahasnya ia akan merasa cemburu. Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai meskipun sebenarnya kita tidak menyukainya. Ini merupakan salah satu keharusan karena sedikit berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai, rasanya merupakan kewajiban.
Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta selain yang disebut diatas adalah ia akan mempunyai kebiasaan baru yaitu suka menyendiri dan kadang ada helaan nafas panjang yang kerap dilakukan. Dan tentunya ia akan selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang akan meregangkan hubungan karena yang dicari pastilah kecocokan antara orang yang mencintai dan orang yang dicintai. Pada akhirnya ia akan tunduk dan patuh pada orang yang dicintai.
Jika kita merasakan salah satu diantara tanda-tanda diatas bersiap-siaplah untuk merasakan tanda-tanda yang lain. Karena kalau salah satu tanda sudah datang, pasti akan diikuti oleh tanda yang lainnya. Bersyukurlah kalau kita mengalaminya. Ada satu hal yang kadang-kadang terlupakan atau dilupakan oleh orang yang sedang jatuh cinta. Apa? Allah, Tuhan yang memiliki cinta. Hanya Dia yang berhak dicintai. Pernahkan kita jatuh cinta pada-Nya?
Kalau jatuh cinta pada sesama manusia ada keinginan dari kita agar orang lain mengetahuinya. Ingin rasanya diberitahukan pada semua orang tentang apa yang sedang terjadi pada kita. Biar semua orang tahu kalau kita sedang jatuh cinta. Akankah sama ceritanya jika sedang jatuh cinta pada Allah. Rasanya tidak. Jika sedang jatuh cinta pada Allah, rasanya kita akan malu untuk mengakuinya apalagi sampai orang lain tahu. Kita akan sangat egois untuk tidak berbagi cerita pada orang lain.
Lalu berapa banyakkah dari kita yang pada saat fall in love selain mengingat dia (kekasih) juga mengingat Allah? Berapa banyakkah dari kita yang menyadari bahwa jatuh cinta merupakan anugerah besar yang harus disyukuri? Jika saja setiap orang yang sedang jatuh cinta pada sesama manusia dan mengalami tanda-tanda seperti tadi, merasakan dan melakukan hal yang sama pula dengan ketika ia jatuh cinta pada Allah Rabbul ‘Alamin, subhanallah, Mahasuci Allah yang telah memberikan cintanya pada manusia dengan memberikan anugrah berupa rasa cinta.
Cinta itu laksana pohon di dalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yag dicintai, dahannya adalah mengetahuinya, ranting-ranting adalah ketakutan kepadanya, daun-daun adalah malu kepadanya, buahnya adalah ketaatan kepadanya dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya. Jika di dalam cinta ada satu bahagian yang kosong, bererti cinta itu kurang. Allah telah mensifati Diri-Nya, bahwa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mereka pun mencintai-Nya.
Sesungguhnya, kecintaan pada Allah pasti menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari azab dan semestinya pula seorang hamba tidak mencoba-coba mengganti cinta hakiki itu dengan yang lainnya.
Wallahua’lam. Read More..
Rabu, 09 Desember 2009
AKHWAT SEJATI
Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,
"Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?".
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku ...
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya
bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
"Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya.
Ketahuilah putriku ...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani
mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah ...
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,"Pelajarila h mereka!" Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri Rosulullah"
--------------------------end of this session---------------------------------
Kalo yang ini .... akhwat sejati lagi..hehe..
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro', tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al - Qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al - Qur'an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya
kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar - Rahiim.
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud
http://simplicity.inc.md/index.php?option=com_content&task=view&id=87&Itemid=1
Read More..
"Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?".
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku ...
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya
bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
"Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya.
Ketahuilah putriku ...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani
mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah ...
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,"Pelajarila h mereka!" Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri Rosulullah"
--------------------------end of this session---------------------------------
Kalo yang ini .... akhwat sejati lagi..hehe..
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro', tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al - Qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al - Qur'an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya
kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar - Rahiim.
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud
http://simplicity.inc.md/index.php?option=com_content&task=view&id=87&Itemid=1
Read More..
Label:
hikmah
10 Karakter Muslimah
Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.
Kesepuluh karakter itu adalah :
1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
6. Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7. ujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.
8. Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
9. Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
10. Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.
http://auliyaa.blogdetik.com/2009/03/19/ingat10-karakter-muslimmuslimah-sejati/
Read More..
Kesepuluh karakter itu adalah :
1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
6. Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7. ujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.
8. Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
9. Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
10. Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.
http://auliyaa.blogdetik.com/2009/03/19/ingat10-karakter-muslimmuslimah-sejati/
Read More..
Label:
muslimah
Antara KEBEBASAN dan KETERBUKAAN
Pengalaman seorang akhwat ketika masih SMA, waktu itu ada pertemuan antara pihak sekolah dengan pengurus musholla. Pihak sekolah ingin bertemu dengan semua pengurus, laki-laki maupun wanita. Maka itulah kali pertama para akhwat menyebrangi hijab di Musholla, yang membatasi ruang laki-laki dengan wanita. Berada dalam satu ruangan, dengan posisi berhadap-hadapan walau berjarak cukup jauh, itu situasi yang langka. Karuan saja rasa kikuk menyerbu saat itu. Para akhwt duduku kaku tertunduk, kalaupun bersuara hanya berbisik. Dan ketika pertemuan berakhir, rasanya baru bisa bernapas lega.
Pengalaman lain, ketika seorang akhwat sedang berjalan bersama akhwat yang lain, kebetulan berpapasan dengan dua orang ikhwan kakak kelas. Mungkin ada keperluan dengan memberi salam. Salam itu dijawab akhwatnya tapi sejurus kemudian yang terjadi adalah saling dorong, siapa yang mau bicara dengan ikhwan itu. Tak ada yang mengalah. Alhasil, akhwat berdua itu malah bergegas pergi sambil mencari-cari akhwat yang seangkatan dengan ikhwan tadi. Terlau…?!
Tapi zaman sudah berubah, jangankan berada dalam satu ruangan dengan posisi berhadap-hadapan, makan bersama di satu meja pun, OK-OK saja. atau berada dalam satu mobil dan bercanda ria sepanjang perjalanan, itu sudah biasa. Bahkan, dalam forum yang seharusnya formal seperti rapat sekalipun, atmosfir saling ‘mencela’ dan bergurau antara ikhwan dan akhwat tidak sulit ditemui.
Sempat terpikir, mungkin perubahan yang terjadi semata-mata bentuk penyesuaian dakwah yang semakin terbuka. Namun jika sekian fenomena menyuarak: ikhwan dan akhwat berlama-lama ngobrol di telepon (padahal yang membayar tagihan orang tua), ada yang memasang foto sesama aktifis kampus pujaannya di meja belajar, ikhwan dan akhwat sudah berani ‘jalan bareng’, padahal mereka tak tahu apa-apa tentang taqdirullah. Akhwat yang mengalami depresi berat karena ‘ditinggal’ menikah oleh seorang ikhwan, bahkan ikhwan dan akhwat berhubungan terlalu jauh sampai berzina… itu semua bukan kebetulan kan?!
Ilustrasi pertama dan kedua, sebetulnya sama-sama tak layak ditiru. Sikap yang terlalu kakum justru menghambat komunikasi. Namun gaya komunikasi yang terlalu cair tentu saja beresiko membuka celah kemaksiatan. Lalu tidakkah mungkin bahwa ternyata kedua ‘kekeliruan’ tdai seharusnya punya satu pokok masalah, yaitu pemahaman?
Terkadang kita terjebak dengan group value. Kita mengikuti suatu nilai, semata-mata karena nilai itulah yang dianggap berharga dalam kelompok. Boleh jadi karena menganut group value itulah, sehingga dulu ada budaya ikhwan-akhwat bicara dengan posisi saling membelakangi. Sampai-sampai ada seorang ikhwan yang terus menerus bicara, padahal lawan bicaranya sudah pergi entah kemana.
Dan kini, mungkin karena group value juga sehingga ada tren akhwat pulang malam. Awalnya karena kepentingan mendesak, tapi lama-lama muncul pameo: akhwat yang tidak pulang malam, jam terbangnya diragukan?! sungguh menyedihkan ketika ada seorang akhwat berujar, “Dulu di SMA saya jarang sekali bergurai dengan ikhwan, tapi setelah di kampus bertemu banyak ikhwan yang sering mengajak bergurau, saya jadi terbiasa….” Lho?!
Harus kita ingat bahwa tarbiyah bukan proses labelisasi. Tarbiyah tak bertujuan membuat kita menjadi produk-produk homogen yang monoton, jumudm ataupun imma’ah (ikut-ikutan). Melainkan diharapkan menjadi orang yang memiliki standar yang jelas dalam setiap sikap.
Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 177, Allah mencela orang-orang musyrik yang menyandarkan nilai-nilai kebajikan (Al-Birr) pada persangkaan jahiliyah mereka. Sedangkan pada surat al Israa’ ayat 36, Allah SWT mengingatkan agar kita tidak mengikuti sesuatu jika tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Bicara tentang pergaulan aktfis islam, jelas aktifis muslimah memainkan peran penting di dlamanya. Melongok kiprah shahabiyah dalam berinteraksi dengan masyarakat, meraka bukan sosok steril yang tidak melakukan interaksi dengan kaum laki-laki.
Di antara mereka ada yang menyampaikan tuntutannya dengan Rasulullah, menjenguk muslim yang sakit, turut serta dalam perjamuan dan berbagai pertemuan, ikut berdinamika dalam berbagai peperangan, menyampaikan kritik secara langsung dan terbuka kepada khilafah, bahkan istri-istri Rasulullah menjadi tempat bertanya para shahabat setelah Rasulullah saw wafat.
Namun satu hal yang harus dicatat, bahwa para shohabiyah dan generasi muslimah terdahulu melakoni segala hak kebabasan mereka dengan pemahaman, penuh kehati-hatian, dan kontrol diri yang kuat.
Misalnya saja pada kisah dua orang puteri Nabi Syu’aib as. Mereka tidak menutup mata dari tugas memberi minum ternak, dalam rangka berbakti kpd orang tua. Mereka juga sadar, bahwa tugas itu harus mereka jalani dengan resko harus berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahram. Maka dn sabar mereka hadapi resiko itu dengan strategi menunggu giliran memberi minum sehingga mereka tak perlu bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dikisahkan seorang muslimah datang dan menyerahkan dirinya (agar dinikahi) kepada Rasulullah saw. Ia paham bahwa ia memiliki kebebasan menawarkan dirinya kepada muslim yang sholih.
Namun ketika ia melihat Rasulullah saw tidak memutuskan apa-apa mengenai dirinya, ia pun duduk dan bahkan membiarkan Rasulullah saw menikahkannya dengan laki-laki lain. Nyata sekalim bahwa ia menyerahkan diri kepada Rasulullah saw semata-mata dalam rangka baktinya kepada beliau, bukan karena hawa nafsu. Betapa indah cara mereka membingkai dirinya dengan pemahaman.
Ketika seorang muslimah memahami kebebasannya, pada saat yang sama ia juga harus memahami keterbatasannya. Ia haru memahami bahwa dirinya mempunyai potensi fitnah yang besar. Kalau saja potensi itu sesuatu yang bisa diabaikan, tentunya Rasulullah tidak sampai bersabda, “Aku tidak meninggalkan sesudahku fitnah bagi kaum lelaki lebih berbahaya daripada perempuan” (Muttafaqun alaihi)
Seorang muslimah, terutama dalamusia belia, harus memahami bahwa pertemuannya dengan seorang laki-laki memiliki kemungkinan dimanipulasi oleh setan yang terkutuk. Dalam satu riwaya Ath-Thabrani dan Ali dikatakan Rasulullah saw bersabda “Aku melihat seorang anak laki-laki dna seorang anak perempuan yang sama sama masih muda belia. Aku khawatir keduanya akan dimasuki oleh setan”
Terkadang aktifis muslimah begitu cepat tsiqoh dan merasa save ketika berinteraksi dalam ruang lingkup organisasi Islam. Ia berpikir “Toh senior dan teman-teman saya adalah orang yang paham” Akibatnya ia tidak membangun imunitas yang cukup kokoh untuk melindunginya dari kemungkinan berzina. Padahal, setiap manusia memiliki kecenderungan berzina.
Dari Ibnu Abbas dikatakan: “Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih mirip dengan perbuatan dosa kecil dibandingkan apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah mengenai Nabi saw, yaitu Nabi bersabda: “Sesungguhnya Allah menentuka manusia cenderung berzina. Hal itu sama sekali tidak bisa dihindari dan pasti terjadi. Zina mata adalah memandang, zina lidah bertutur, zina nafsu adalah berharap-harap dan berkeinginan mendapatkan sesuatu, sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan hal tersebut.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Abdul Halim Abu Syuqqah dalam kitab Tahrirul Mar’ah fii ‘Ashrir Risalah mengemukakan bahwa Islam telah mengatur peran wanita dalam kehidupan sosial dengan etika yang sangat sempurna. Etika tersebut memiliki karakter sebagai berikut:
Pertama, etika tersebut tidak menghambat proses keseriusan hidup serta tetap mempertahankan akhlak dan harga diri manusia.
Kedua, etika tersebut menumbuhkembangkan kesejahteraan dan kemakmuran, menjauhkan manusia dari kemungkaran sekaligus menempanya sehingga tidak terseret arus kejahatan.
Ketiga, etika tersebut menjamin kesehatan mental laki-laki dan wanita secara merata karena tidak membuka peluang sikap berlebih-lebihan, melanggar norma asusila atau memancing syahwat.
Selain itu, etika itupun tidak menimbulkan sikap pura-pura malu, tidak menimbulkan perasaan sensitif yang berlebihan terhadap lawan jenis, serta tidak menimbulkan seorang wanita menutup diri dari seorang laki-laki.
Sebaik-baik urusan adelah pertengahan. Ali ra mengatakan, “Hendaklah kalian mengambil model atau contoh yang pertengahan. Yang terlanjur hendaklah surut dan yang tertinggal hendaklah menyusul.”
Wallahu a’lam bis shawab
(dikutip dari majalah Al Izzah No.15/Th.2, 31 Maret 2001)
Read More..
Pengalaman lain, ketika seorang akhwat sedang berjalan bersama akhwat yang lain, kebetulan berpapasan dengan dua orang ikhwan kakak kelas. Mungkin ada keperluan dengan memberi salam. Salam itu dijawab akhwatnya tapi sejurus kemudian yang terjadi adalah saling dorong, siapa yang mau bicara dengan ikhwan itu. Tak ada yang mengalah. Alhasil, akhwat berdua itu malah bergegas pergi sambil mencari-cari akhwat yang seangkatan dengan ikhwan tadi. Terlau…?!
Tapi zaman sudah berubah, jangankan berada dalam satu ruangan dengan posisi berhadap-hadapan, makan bersama di satu meja pun, OK-OK saja. atau berada dalam satu mobil dan bercanda ria sepanjang perjalanan, itu sudah biasa. Bahkan, dalam forum yang seharusnya formal seperti rapat sekalipun, atmosfir saling ‘mencela’ dan bergurau antara ikhwan dan akhwat tidak sulit ditemui.
Sempat terpikir, mungkin perubahan yang terjadi semata-mata bentuk penyesuaian dakwah yang semakin terbuka. Namun jika sekian fenomena menyuarak: ikhwan dan akhwat berlama-lama ngobrol di telepon (padahal yang membayar tagihan orang tua), ada yang memasang foto sesama aktifis kampus pujaannya di meja belajar, ikhwan dan akhwat sudah berani ‘jalan bareng’, padahal mereka tak tahu apa-apa tentang taqdirullah. Akhwat yang mengalami depresi berat karena ‘ditinggal’ menikah oleh seorang ikhwan, bahkan ikhwan dan akhwat berhubungan terlalu jauh sampai berzina… itu semua bukan kebetulan kan?!
Ilustrasi pertama dan kedua, sebetulnya sama-sama tak layak ditiru. Sikap yang terlalu kakum justru menghambat komunikasi. Namun gaya komunikasi yang terlalu cair tentu saja beresiko membuka celah kemaksiatan. Lalu tidakkah mungkin bahwa ternyata kedua ‘kekeliruan’ tdai seharusnya punya satu pokok masalah, yaitu pemahaman?
Terkadang kita terjebak dengan group value. Kita mengikuti suatu nilai, semata-mata karena nilai itulah yang dianggap berharga dalam kelompok. Boleh jadi karena menganut group value itulah, sehingga dulu ada budaya ikhwan-akhwat bicara dengan posisi saling membelakangi. Sampai-sampai ada seorang ikhwan yang terus menerus bicara, padahal lawan bicaranya sudah pergi entah kemana.
Dan kini, mungkin karena group value juga sehingga ada tren akhwat pulang malam. Awalnya karena kepentingan mendesak, tapi lama-lama muncul pameo: akhwat yang tidak pulang malam, jam terbangnya diragukan?! sungguh menyedihkan ketika ada seorang akhwat berujar, “Dulu di SMA saya jarang sekali bergurai dengan ikhwan, tapi setelah di kampus bertemu banyak ikhwan yang sering mengajak bergurau, saya jadi terbiasa….” Lho?!
Harus kita ingat bahwa tarbiyah bukan proses labelisasi. Tarbiyah tak bertujuan membuat kita menjadi produk-produk homogen yang monoton, jumudm ataupun imma’ah (ikut-ikutan). Melainkan diharapkan menjadi orang yang memiliki standar yang jelas dalam setiap sikap.
Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 177, Allah mencela orang-orang musyrik yang menyandarkan nilai-nilai kebajikan (Al-Birr) pada persangkaan jahiliyah mereka. Sedangkan pada surat al Israa’ ayat 36, Allah SWT mengingatkan agar kita tidak mengikuti sesuatu jika tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Bicara tentang pergaulan aktfis islam, jelas aktifis muslimah memainkan peran penting di dlamanya. Melongok kiprah shahabiyah dalam berinteraksi dengan masyarakat, meraka bukan sosok steril yang tidak melakukan interaksi dengan kaum laki-laki.
Di antara mereka ada yang menyampaikan tuntutannya dengan Rasulullah, menjenguk muslim yang sakit, turut serta dalam perjamuan dan berbagai pertemuan, ikut berdinamika dalam berbagai peperangan, menyampaikan kritik secara langsung dan terbuka kepada khilafah, bahkan istri-istri Rasulullah menjadi tempat bertanya para shahabat setelah Rasulullah saw wafat.
Namun satu hal yang harus dicatat, bahwa para shohabiyah dan generasi muslimah terdahulu melakoni segala hak kebabasan mereka dengan pemahaman, penuh kehati-hatian, dan kontrol diri yang kuat.
Misalnya saja pada kisah dua orang puteri Nabi Syu’aib as. Mereka tidak menutup mata dari tugas memberi minum ternak, dalam rangka berbakti kpd orang tua. Mereka juga sadar, bahwa tugas itu harus mereka jalani dengan resko harus berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahram. Maka dn sabar mereka hadapi resiko itu dengan strategi menunggu giliran memberi minum sehingga mereka tak perlu bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dikisahkan seorang muslimah datang dan menyerahkan dirinya (agar dinikahi) kepada Rasulullah saw. Ia paham bahwa ia memiliki kebebasan menawarkan dirinya kepada muslim yang sholih.
Namun ketika ia melihat Rasulullah saw tidak memutuskan apa-apa mengenai dirinya, ia pun duduk dan bahkan membiarkan Rasulullah saw menikahkannya dengan laki-laki lain. Nyata sekalim bahwa ia menyerahkan diri kepada Rasulullah saw semata-mata dalam rangka baktinya kepada beliau, bukan karena hawa nafsu. Betapa indah cara mereka membingkai dirinya dengan pemahaman.
Ketika seorang muslimah memahami kebebasannya, pada saat yang sama ia juga harus memahami keterbatasannya. Ia haru memahami bahwa dirinya mempunyai potensi fitnah yang besar. Kalau saja potensi itu sesuatu yang bisa diabaikan, tentunya Rasulullah tidak sampai bersabda, “Aku tidak meninggalkan sesudahku fitnah bagi kaum lelaki lebih berbahaya daripada perempuan” (Muttafaqun alaihi)
Seorang muslimah, terutama dalamusia belia, harus memahami bahwa pertemuannya dengan seorang laki-laki memiliki kemungkinan dimanipulasi oleh setan yang terkutuk. Dalam satu riwaya Ath-Thabrani dan Ali dikatakan Rasulullah saw bersabda “Aku melihat seorang anak laki-laki dna seorang anak perempuan yang sama sama masih muda belia. Aku khawatir keduanya akan dimasuki oleh setan”
Terkadang aktifis muslimah begitu cepat tsiqoh dan merasa save ketika berinteraksi dalam ruang lingkup organisasi Islam. Ia berpikir “Toh senior dan teman-teman saya adalah orang yang paham” Akibatnya ia tidak membangun imunitas yang cukup kokoh untuk melindunginya dari kemungkinan berzina. Padahal, setiap manusia memiliki kecenderungan berzina.
Dari Ibnu Abbas dikatakan: “Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih mirip dengan perbuatan dosa kecil dibandingkan apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah mengenai Nabi saw, yaitu Nabi bersabda: “Sesungguhnya Allah menentuka manusia cenderung berzina. Hal itu sama sekali tidak bisa dihindari dan pasti terjadi. Zina mata adalah memandang, zina lidah bertutur, zina nafsu adalah berharap-harap dan berkeinginan mendapatkan sesuatu, sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan hal tersebut.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Abdul Halim Abu Syuqqah dalam kitab Tahrirul Mar’ah fii ‘Ashrir Risalah mengemukakan bahwa Islam telah mengatur peran wanita dalam kehidupan sosial dengan etika yang sangat sempurna. Etika tersebut memiliki karakter sebagai berikut:
Pertama, etika tersebut tidak menghambat proses keseriusan hidup serta tetap mempertahankan akhlak dan harga diri manusia.
Kedua, etika tersebut menumbuhkembangkan kesejahteraan dan kemakmuran, menjauhkan manusia dari kemungkaran sekaligus menempanya sehingga tidak terseret arus kejahatan.
Ketiga, etika tersebut menjamin kesehatan mental laki-laki dan wanita secara merata karena tidak membuka peluang sikap berlebih-lebihan, melanggar norma asusila atau memancing syahwat.
Selain itu, etika itupun tidak menimbulkan sikap pura-pura malu, tidak menimbulkan perasaan sensitif yang berlebihan terhadap lawan jenis, serta tidak menimbulkan seorang wanita menutup diri dari seorang laki-laki.
Sebaik-baik urusan adelah pertengahan. Ali ra mengatakan, “Hendaklah kalian mengambil model atau contoh yang pertengahan. Yang terlanjur hendaklah surut dan yang tertinggal hendaklah menyusul.”
Wallahu a’lam bis shawab
(dikutip dari majalah Al Izzah No.15/Th.2, 31 Maret 2001)
Read More..
Label:
curhat
Akhwat Gaul, SO WHAT??
Kini kian banyak remaja putri yang menyadari hakikat hidupnya. Nggak heran kalo aktivitas mereka dilingkupi hal-hal berbau surga, seperti ngaji dan dakwah. Sayang, kadang anak-anak baek ini justru dicap eksklusif, nggak gaul dan bahkan kuper.
Di tengah gempuran berbagai tren Barat, muslimah kaffah emang semakin terjepit posisinya. Pakai jilbab yang bener malah dilecehkan dengan sebutan nggak ngikuti mode. Mau menjaga izzah dengan membatasi pergaulan malah dibilang kuper. Niat mendakwahi temen yang salah justru dibilang rese. Repot memang.
Padahal yang namanya dinamika kehidupan remaja tuh nggak bisa dihindari. Mulai tren mode pakaian, tatanan rambut, kosmetik, sepatu, fasyen, tas hingga pernak-pernik lainnya mengepung dari berbagai penjuru. Walhasil, kita-kita yang muslimah kudu bisa bawa diri, gimana caranya agar nggak dibilang kuper, tapi tetep syar'i. Yes, gaul tapi syari, gitu loh.
Dalam milih temen misalnya. Meski kita pakai jilbab, nggak dosa kok temenan ama yang masih buka aurat. So, biar nggak terkesan pilih-pilih temen, nggak seru dong kalo kita cuma temenan ama para jilbaber aja. Kecuali kalo pilih sahabat, lain lagi pertimbangannya. Yang penting meski temenan ama non jilbaber jangan sampai kita yang terbawa kebiasaan buruk atau pola pikir mereka yang mungkin nggak islami. Justru kita yang mewarnai bagaimana agar mereka tertarik dengan keislaman kita. Lebih bagus kalo akhirnya mau diajak ngaji. Read More..
Di tengah gempuran berbagai tren Barat, muslimah kaffah emang semakin terjepit posisinya. Pakai jilbab yang bener malah dilecehkan dengan sebutan nggak ngikuti mode. Mau menjaga izzah dengan membatasi pergaulan malah dibilang kuper. Niat mendakwahi temen yang salah justru dibilang rese. Repot memang.
Padahal yang namanya dinamika kehidupan remaja tuh nggak bisa dihindari. Mulai tren mode pakaian, tatanan rambut, kosmetik, sepatu, fasyen, tas hingga pernak-pernik lainnya mengepung dari berbagai penjuru. Walhasil, kita-kita yang muslimah kudu bisa bawa diri, gimana caranya agar nggak dibilang kuper, tapi tetep syar'i. Yes, gaul tapi syari, gitu loh.
Dalam milih temen misalnya. Meski kita pakai jilbab, nggak dosa kok temenan ama yang masih buka aurat. So, biar nggak terkesan pilih-pilih temen, nggak seru dong kalo kita cuma temenan ama para jilbaber aja. Kecuali kalo pilih sahabat, lain lagi pertimbangannya. Yang penting meski temenan ama non jilbaber jangan sampai kita yang terbawa kebiasaan buruk atau pola pikir mereka yang mungkin nggak islami. Justru kita yang mewarnai bagaimana agar mereka tertarik dengan keislaman kita. Lebih bagus kalo akhirnya mau diajak ngaji. Read More..
Label:
muslimah
Selasa, 01 Desember 2009
Talk to My Mind
Terkadang waktu berjalan begitu lambat,, dikala diri ini begitu merindukan "seonggok" kasih sayang yang... bagi orang lain begitu murah bahkan tak bernilai untuk mendapatkannya.. tapi bagiku???? mungkin uang sebanyak apapun belum cukup untuk mendapatkan "sebuah benda" yang saat ini begitu ingin aku miliki.. mengisi sepi hariku dengan selalu menyebut namaMu serta bermunajat mengagungkanMu.. tanpa sadar betapa besar dosa dalam raga,, yang tak pernah surut untuk berjuang di jalan taqwa.. menelusuri jejak para nabi..mungkin jika iman ini begitu lemah, tak akan ada harapan bagiku untuk menjalani hidup.. namun, bersyukur tetap menjadi kewajiban bagiku.. aku begitu kecil,, kerdil,, di banding dengan keagungan Allah.. Ya Rabb semoga apa yang sedang aku jalani ini menjadikanku sebagai orang-orang yang semakin mendekat kepadaMu bukan mereka yang justru menjauh dariMu.. aku tak mau..
Masih banyak hal yang ingin aku kecap untuk mengisi sisa umur yang entah berapa lama lagi.. tapi,, apakah bias menjalaninya tanpa ada “kasih sayang” yang seakan telah terkikis oleh waktu?? Sungguh.. aku hanya manusia biasa yang masih ingin mendapatkan kasihsayang dan perhatian dari mereka.. seakan aku ini makhluk asing,, tanpa tau bagaimana keadaanku, tanpa mengerti betapa keringnya hati ini.. seolah gurun yang tak pernah tersiram air hujan ..
Fisik ini berucap iya,, namun jiwa tak bias di bohongi.. ia tetap berkata TIDAK! Sepahit apapun.. seperti itulah diriku saat ini.. begitu lemah tapi ingin tetap berjuang.. senyum yang selama ini mengembang menunjukkan betapa hati ini menangis.. betapa hati ini ingin berucap sesuatu..
Bagaimana jika apa yang selama ini kita lakukan dengan sungguh-sungguh seakan-akan hanya bermain ??? padahal kerja keras lah yang selama ini menemaniku, mengajariku akan pentingnya pantang menyerah.. setiap hari sekolah.. belajar selama kurang lebih 8jam.. belum lagi PR dan tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.. terkadang baru bias memejamkan mata sampai larut malam.. aku tak keberatan dengan ini semua,, sama sekali TIDAK!! Tapi,, kenapa mereka masih belum bias mengerti ??? sampai di rumah,, betapa inginnya aku menangkan fikiran,, tapi apa yang kudapat?? Omelan-omelan yang sama sekali tidak ingin aku dengar, yang tidak ingin aku menanggapinya.. apakah salahku?? Penuntutan prestasi yang luar biasa mungkin salah satu dari seribu satu alasan omelan itu.. bayangakan saja.. saat sampai rumah dengan kondisi fisik yang lelah serta fikiran yang lemah, mendapatkan sembutan yang dingin, .. Ya Rabb ,, aku tak ingin membuat mereka kecewa, tak ingin sekali..
Mam andaikan selama ini engkau tau.. betapa rindunya hatiku padamu.. sampai kapan aku harus menjalani ini Mam?? Jawab aku.. beri aku waktu untuk bias sejenak merasakan belaianmu.. 5menit saja.. tak tahan lagi untuk memelukmu.. menceritakan semua keluhku,.. ijinkan aku menangis di pundakmu dalam kelembutan tangan dan hatimu.. hanya bicara via telepon rasanya sama saja.. aku tak sanggup.. tak sanggup jika suatu saat nanti aku takkan bias bertemu denganmu untuk selamanya.. benar-benar belum siap.. ingin rasanya aku bersujud di kakimu.. mencurahkan segala kasih sayang yang ingin aku berikan yang ingin aku balaskan atas seluruh pengorbanan dan kesetiaanmu selama ini.. ijinkan aku,, ijinkan aku untuk menbalasnya..
Betapa egoisnya diri ini jika tak pernah memberikan kebahagiaan yang setidaknya bias menghibur hatimu.. aku ingin memberikan sebuah kenangan yang mungkin tak berharga.. namun ketahuilah, ini dari hatiku yang terdalam.. betapa aku ingin mengatakan “I’M VERY LOVE U, MAM”.. tapi aku ingin bertemu mam,, katamu 1tahun lagi.. tapi bagiku bagaikan 100 tahun..
Mungkin, jika tak bias aku bertemu denganmu secara langsung, biarkan Allah menautkan hati kita.. menyampaikan isi hatiku ke dalam hatimu yang suci .. hati yang tak kan lelah untuk memberikan kasih sayang.. semoga.. Ya Rabb lindungilah beliau, mudahkanlah setiap urusannya.. serta tautkanlah hati kami..
At least,, aku hanya bisa mendoakanmu.. terus berdoa.. menyerahkan segala urusan kepada yang haq,, Dialah Allah yang Maha Mengasihi.. rencana yang tersimpan dalam genggamanNya coba kutunggu dalam semangat yang tak pernah pudar,, Amiin.. Read More..
Masih banyak hal yang ingin aku kecap untuk mengisi sisa umur yang entah berapa lama lagi.. tapi,, apakah bias menjalaninya tanpa ada “kasih sayang” yang seakan telah terkikis oleh waktu?? Sungguh.. aku hanya manusia biasa yang masih ingin mendapatkan kasihsayang dan perhatian dari mereka.. seakan aku ini makhluk asing,, tanpa tau bagaimana keadaanku, tanpa mengerti betapa keringnya hati ini.. seolah gurun yang tak pernah tersiram air hujan ..
Fisik ini berucap iya,, namun jiwa tak bias di bohongi.. ia tetap berkata TIDAK! Sepahit apapun.. seperti itulah diriku saat ini.. begitu lemah tapi ingin tetap berjuang.. senyum yang selama ini mengembang menunjukkan betapa hati ini menangis.. betapa hati ini ingin berucap sesuatu..
Bagaimana jika apa yang selama ini kita lakukan dengan sungguh-sungguh seakan-akan hanya bermain ??? padahal kerja keras lah yang selama ini menemaniku, mengajariku akan pentingnya pantang menyerah.. setiap hari sekolah.. belajar selama kurang lebih 8jam.. belum lagi PR dan tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.. terkadang baru bias memejamkan mata sampai larut malam.. aku tak keberatan dengan ini semua,, sama sekali TIDAK!! Tapi,, kenapa mereka masih belum bias mengerti ??? sampai di rumah,, betapa inginnya aku menangkan fikiran,, tapi apa yang kudapat?? Omelan-omelan yang sama sekali tidak ingin aku dengar, yang tidak ingin aku menanggapinya.. apakah salahku?? Penuntutan prestasi yang luar biasa mungkin salah satu dari seribu satu alasan omelan itu.. bayangakan saja.. saat sampai rumah dengan kondisi fisik yang lelah serta fikiran yang lemah, mendapatkan sembutan yang dingin, .. Ya Rabb ,, aku tak ingin membuat mereka kecewa, tak ingin sekali..
Mam andaikan selama ini engkau tau.. betapa rindunya hatiku padamu.. sampai kapan aku harus menjalani ini Mam?? Jawab aku.. beri aku waktu untuk bias sejenak merasakan belaianmu.. 5menit saja.. tak tahan lagi untuk memelukmu.. menceritakan semua keluhku,.. ijinkan aku menangis di pundakmu dalam kelembutan tangan dan hatimu.. hanya bicara via telepon rasanya sama saja.. aku tak sanggup.. tak sanggup jika suatu saat nanti aku takkan bias bertemu denganmu untuk selamanya.. benar-benar belum siap.. ingin rasanya aku bersujud di kakimu.. mencurahkan segala kasih sayang yang ingin aku berikan yang ingin aku balaskan atas seluruh pengorbanan dan kesetiaanmu selama ini.. ijinkan aku,, ijinkan aku untuk menbalasnya..
Betapa egoisnya diri ini jika tak pernah memberikan kebahagiaan yang setidaknya bias menghibur hatimu.. aku ingin memberikan sebuah kenangan yang mungkin tak berharga.. namun ketahuilah, ini dari hatiku yang terdalam.. betapa aku ingin mengatakan “I’M VERY LOVE U, MAM”.. tapi aku ingin bertemu mam,, katamu 1tahun lagi.. tapi bagiku bagaikan 100 tahun..
Mungkin, jika tak bias aku bertemu denganmu secara langsung, biarkan Allah menautkan hati kita.. menyampaikan isi hatiku ke dalam hatimu yang suci .. hati yang tak kan lelah untuk memberikan kasih sayang.. semoga.. Ya Rabb lindungilah beliau, mudahkanlah setiap urusannya.. serta tautkanlah hati kami..
At least,, aku hanya bisa mendoakanmu.. terus berdoa.. menyerahkan segala urusan kepada yang haq,, Dialah Allah yang Maha Mengasihi.. rencana yang tersimpan dalam genggamanNya coba kutunggu dalam semangat yang tak pernah pudar,, Amiin.. Read More..
Label:
curhat
Selasa, 24 November 2009
Taman Orang - Orang Jatuh Cinta
“Bisikan cinta bukan sekedar bisikan
Tiada yang tahu apa yang telah dikabarkan
Urusan cinta tiada tuntas dengan penalaran
Tiada pula dengan analogi dan pikiran
Urusan cinta adalah urusan sentuhan hati
Urusan demi urusan datang silih berganti..”
Pernahkah merasakan jatuh cinta, pada seseorang? Pasti pernah… Bagaimana rasanya, tak usah kita mencari jawabannya, karena tiap orang jawabannya rata-rata sama. Indah dan berjuta rasanya. Dunia serasa berseri, setiap orang dirasakan ramah, alam di sekelilingnya terasa indah. Katanya orang yang sedang fall in love itu tiap hari harus ketemu, kemana-mana harus sama-sama kalau sekali tak bertemu rindunya setengah mati, yang pasti dunia serasa milik berdua . Mereka tidak peduli dan tidak mempedulikan orang lain, yang penting mereka senang. Yang diingat hanyalah dia….dia….dan dia.
Jika ada yang belum pernah jatuh cinta, cobalah ikut rasakan tanda-tanda yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu. Pertama biasanya ia selalu menghujamkan pandangan matanya pada orang yang dicintainya, kedua malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya. Ketiga ia akan banyak mengingat, membicarakan dan menyebut nama orang yang dicintainya. Kemudian ia tunduk pada perintah orang yang dicintai dan mendahulukan kepentingannya daripada kepentingannya sendiri. Lalu orang yang mencinta bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai, memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya, mencintai tempat dan rumah sang kekasih, segera menghampiri yang dicintai bila dipanggil.
Selanjutnya ia akan ikut mencintai apapun yang dicintai sang kekasih. Jika akan mengunjungi orang yang dicintai jalan yang dilalui terasa pendek meskipun jaraknya jauh sekali. Dan biasanya ia akan salah tingkah jika sedang mengunjungi atau sedang dikunjungi orang yang dicintai. Lalu ia akan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut. Jika ada orang lain yang membahasnya ia akan merasa cemburu. Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai meskipun sebenarnya kita tidak menyukainya. Ini merupakan salah satu keharusan karena sedikit berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai, rasanya merupakan kewajiban.
Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta selain yang disebut diatas adalah ia akan mempunyai kebiasaan baru yaitu suka menyendiri dan kadang ada helaan nafas panjang yang kerap dilakukan. Dan tentunya ia akan selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang akan meregangkan hubungan karena yang dicari pastilah kecocokan antara orang yang mencintai dan orang yang dicintai. Pada akhirnya ia akan tunduk dan patuh pada orang yang dicintai.
Jika kita merasakan salah satu diantara tanda-tanda diatas bersiap-siaplah untuk merasakan tanda-tanda yang lain. Karena kalau salah satu tanda sudah datang, pasti akan diikuti oleh tanda yang lainnya. Bersyukurlah kalau kita mengalaminya. Ada satu hal yang kadang-kadang terlupakan atau dilupakan oleh orang yang sedang jatuh cinta. Apa? Allah, Tuhan yang memiliki cinta. Hanya Dia yang berhak dicintai. Pernahkan kita jatuh cinta pada-Nya?
Kalau jatuh cinta pada sesama manusia ada keinginan dari kita agar orang lain mengetahuinya. Ingin rasanya diberitahukan pada semua orang tentang apa yang sedang terjadi pada kita. Biar semua orang tahu kalau kita sedang jatuh cinta. Akankah sama ceritanya jika sedang jatuh cinta pada Allah. Rasanya tidak. Jika sedang jatuh cinta pada Allah, rasanya kita akan malu untuk mengakuinya apalagi sampai orang lain tahu. Kita akan sangat egois untuk tidak berbagi cerita pada orang lain.
Lalu berapa banyakkah dari kita yang pada saat fall in love selain mengingat dia (kekasih) juga mengingat Allah? Berapa banyakkah dari kita yang menyadari bahwa jatuh cinta merupakan anugerah besar yang harus disyukuri? Jika saja setiap orang yang sedang jatuh cinta pada sesama manusia dan mengalami tanda-tanda seperti tadi, merasakan dan melakukan hal yang sama pula dengan ketika ia jatuh cinta pada Allah Rabbul ‘Alamin, subhanallah, Mahasuci Allah yang telah memberikan cintanya pada manusia dengan memberikan anugrah berupa rasa cinta.
Cinta itu laksana pohon di dalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yag dicintai, dahannya adalah mengetahuinya, ranting-ranting adalah ketakutan kepadanya, daun-daun adalah malu kepadanya, buahnya adalah ketaatan kepadanya dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya. Jika di dalam cinta ada satu bahagian yang kosong, bererti cinta itu kurang. Allah telah mensifati Diri-Nya, bahwa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mereka pun mencintai-Nya.
Sesungguhnya, kecintaan pada Allah pasti menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari azab dan semestinya pula seorang hamba tidak mencoba-coba mengganti cinta hakiki itu dengan yang lainnya.
Wallahua’lam. Read More..
Tiada yang tahu apa yang telah dikabarkan
Urusan cinta tiada tuntas dengan penalaran
Tiada pula dengan analogi dan pikiran
Urusan cinta adalah urusan sentuhan hati
Urusan demi urusan datang silih berganti..”
Pernahkah merasakan jatuh cinta, pada seseorang? Pasti pernah… Bagaimana rasanya, tak usah kita mencari jawabannya, karena tiap orang jawabannya rata-rata sama. Indah dan berjuta rasanya. Dunia serasa berseri, setiap orang dirasakan ramah, alam di sekelilingnya terasa indah. Katanya orang yang sedang fall in love itu tiap hari harus ketemu, kemana-mana harus sama-sama kalau sekali tak bertemu rindunya setengah mati, yang pasti dunia serasa milik berdua . Mereka tidak peduli dan tidak mempedulikan orang lain, yang penting mereka senang. Yang diingat hanyalah dia….dia….dan dia.
Jika ada yang belum pernah jatuh cinta, cobalah ikut rasakan tanda-tanda yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu. Pertama biasanya ia selalu menghujamkan pandangan matanya pada orang yang dicintainya, kedua malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya. Ketiga ia akan banyak mengingat, membicarakan dan menyebut nama orang yang dicintainya. Kemudian ia tunduk pada perintah orang yang dicintai dan mendahulukan kepentingannya daripada kepentingannya sendiri. Lalu orang yang mencinta bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai, memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya, mencintai tempat dan rumah sang kekasih, segera menghampiri yang dicintai bila dipanggil.
Selanjutnya ia akan ikut mencintai apapun yang dicintai sang kekasih. Jika akan mengunjungi orang yang dicintai jalan yang dilalui terasa pendek meskipun jaraknya jauh sekali. Dan biasanya ia akan salah tingkah jika sedang mengunjungi atau sedang dikunjungi orang yang dicintai. Lalu ia akan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut. Jika ada orang lain yang membahasnya ia akan merasa cemburu. Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai meskipun sebenarnya kita tidak menyukainya. Ini merupakan salah satu keharusan karena sedikit berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai, rasanya merupakan kewajiban.
Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta selain yang disebut diatas adalah ia akan mempunyai kebiasaan baru yaitu suka menyendiri dan kadang ada helaan nafas panjang yang kerap dilakukan. Dan tentunya ia akan selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang akan meregangkan hubungan karena yang dicari pastilah kecocokan antara orang yang mencintai dan orang yang dicintai. Pada akhirnya ia akan tunduk dan patuh pada orang yang dicintai.
Jika kita merasakan salah satu diantara tanda-tanda diatas bersiap-siaplah untuk merasakan tanda-tanda yang lain. Karena kalau salah satu tanda sudah datang, pasti akan diikuti oleh tanda yang lainnya. Bersyukurlah kalau kita mengalaminya. Ada satu hal yang kadang-kadang terlupakan atau dilupakan oleh orang yang sedang jatuh cinta. Apa? Allah, Tuhan yang memiliki cinta. Hanya Dia yang berhak dicintai. Pernahkan kita jatuh cinta pada-Nya?
Kalau jatuh cinta pada sesama manusia ada keinginan dari kita agar orang lain mengetahuinya. Ingin rasanya diberitahukan pada semua orang tentang apa yang sedang terjadi pada kita. Biar semua orang tahu kalau kita sedang jatuh cinta. Akankah sama ceritanya jika sedang jatuh cinta pada Allah. Rasanya tidak. Jika sedang jatuh cinta pada Allah, rasanya kita akan malu untuk mengakuinya apalagi sampai orang lain tahu. Kita akan sangat egois untuk tidak berbagi cerita pada orang lain.
Lalu berapa banyakkah dari kita yang pada saat fall in love selain mengingat dia (kekasih) juga mengingat Allah? Berapa banyakkah dari kita yang menyadari bahwa jatuh cinta merupakan anugerah besar yang harus disyukuri? Jika saja setiap orang yang sedang jatuh cinta pada sesama manusia dan mengalami tanda-tanda seperti tadi, merasakan dan melakukan hal yang sama pula dengan ketika ia jatuh cinta pada Allah Rabbul ‘Alamin, subhanallah, Mahasuci Allah yang telah memberikan cintanya pada manusia dengan memberikan anugrah berupa rasa cinta.
Cinta itu laksana pohon di dalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yag dicintai, dahannya adalah mengetahuinya, ranting-ranting adalah ketakutan kepadanya, daun-daun adalah malu kepadanya, buahnya adalah ketaatan kepadanya dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya. Jika di dalam cinta ada satu bahagian yang kosong, bererti cinta itu kurang. Allah telah mensifati Diri-Nya, bahwa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang mukmin dan mereka pun mencintai-Nya.
Sesungguhnya, kecintaan pada Allah pasti menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari azab dan semestinya pula seorang hamba tidak mencoba-coba mengganti cinta hakiki itu dengan yang lainnya.
Wallahua’lam. Read More..
Jumat, 20 November 2009
Teman adalah Hadiah yang Indah
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.
Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, ataukepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indahsehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketikakita tahan menghabiskan waktu berjam-jam salingbercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawabersama..
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka.
Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidakmampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya.
Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikappenolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka.
Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karenamereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanyamemberikan cinta karena justru ia membutuhkan cintakita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberaniankita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yangmemasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yangterluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kitamengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yangmesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karenamereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.
Merekatidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka ataumereka takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidaksuka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll.
It's a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka tidak akan bilang: Mereka akan bilang:Aku tidak bisa menari" "Menari itu tidak menarik."Aku membutuhkan kamu" "Tidak ada yang cocok denganku."Aku kesepian" "Teman-temanku sudah lulus semua"Aku butuh diterima" "Aku ini buruk, siapa yang bakal tahandenganku.."Aku ingin didengarkan" "Kisah hidupku membosankan.."
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnyabagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek.
Dan jangan tertipu oleh kemasan.
Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.
Berikanlah makna di dlm kehidupan Anda bukan hanyauntuk diri Anda sendiri saja melainkan juga untukmembahagiakan sesama manusia di dlm lingkungan kehidupan Anda.
Berikanlah waktu Anda dgn digabung oleh rasa kasih!
Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya.Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur.
Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.
Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untukberbagi suka dan duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya.
Maka dari itu janganlah buang waktu yg Anda miliki,janganlah sia2 akan waktu yg sedemikian berharganya.
Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan.
Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya.
Mulailah kita awali dgn membagikan waktu kitasejenak dgn menforward artikel ini kepada semua kawan atausahabat yg membutuhkannya.
Dengan ucapan I care about you! Read More..
Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, ataukepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indahsehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketikakita tahan menghabiskan waktu berjam-jam salingbercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawabersama..
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka.
Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidakmampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya.
Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikappenolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka.
Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karenamereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanyamemberikan cinta karena justru ia membutuhkan cintakita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberaniankita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yangmemasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yangterluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kitamengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yangmesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karenamereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.
Merekatidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka ataumereka takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidaksuka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll.
It's a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka tidak akan bilang: Mereka akan bilang:Aku tidak bisa menari" "Menari itu tidak menarik."Aku membutuhkan kamu" "Tidak ada yang cocok denganku."Aku kesepian" "Teman-temanku sudah lulus semua"Aku butuh diterima" "Aku ini buruk, siapa yang bakal tahandenganku.."Aku ingin didengarkan" "Kisah hidupku membosankan.."
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnyabagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek.
Dan jangan tertipu oleh kemasan.
Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.
Berikanlah makna di dlm kehidupan Anda bukan hanyauntuk diri Anda sendiri saja melainkan juga untukmembahagiakan sesama manusia di dlm lingkungan kehidupan Anda.
Berikanlah waktu Anda dgn digabung oleh rasa kasih!
Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya.Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur.
Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.
Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untukberbagi suka dan duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya.
Maka dari itu janganlah buang waktu yg Anda miliki,janganlah sia2 akan waktu yg sedemikian berharganya.
Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan.
Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya.
Mulailah kita awali dgn membagikan waktu kitasejenak dgn menforward artikel ini kepada semua kawan atausahabat yg membutuhkannya.
Dengan ucapan I care about you! Read More..
Jilbab Hati
Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, "Insyaallah. Yang penting hati dulu yang berjilbab." Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam...
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat jjuga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
"Assalamualaikum, saudariku.."
"Wa alaikumsalam.. Selamat datang, saudariku."
"Terima kasih. Apakah ini surga?"
Wanita itu tersenyum.
"Tentu saja bukan, saudariku. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga."
"Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini."
Wanita itu tersenyum lagi.
"Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?"
"Aku selalu menjaga waktu sholat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah."
"Alhamdulillah.."
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
"Ayo, kita ikuti mereka." kata wanita itu sambil setengah berlari.
"Apa di balik pintu itu?" katanya sambil mengikuti wanita itu.
"Tentu saja surga, saudariku" larinya semakin cepat.
"Tunggu...tunggu aku.." ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, " Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?"
"Sama denganmu, saudariku." jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, "Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?"
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, "Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?"
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
"Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?"
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, "Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati."
Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan sholat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu..berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya. Read More..
Hingga di suatu malam...
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat jjuga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
"Assalamualaikum, saudariku.."
"Wa alaikumsalam.. Selamat datang, saudariku."
"Terima kasih. Apakah ini surga?"
Wanita itu tersenyum.
"Tentu saja bukan, saudariku. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga."
"Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini."
Wanita itu tersenyum lagi.
"Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?"
"Aku selalu menjaga waktu sholat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah."
"Alhamdulillah.."
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
"Ayo, kita ikuti mereka." kata wanita itu sambil setengah berlari.
"Apa di balik pintu itu?" katanya sambil mengikuti wanita itu.
"Tentu saja surga, saudariku" larinya semakin cepat.
"Tunggu...tunggu aku.." ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, " Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?"
"Sama denganmu, saudariku." jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, "Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?"
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, "Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?"
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
"Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?"
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, "Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati."
Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan sholat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu..berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya. Read More..
Be a Fight Muslimah
>> Dalam kamus bahasa Indonesia, tangguh memiliki beberapa arti, yaitu:
@Sukar dikalahkan (kuat)
@Tidak lemah (pendirian)
@Kukuh
@Tabah dan tahan
=> Kekuatan seorang muslimah adalah selalu tampil fresh dan gag mudah sakit!!
Implikasinya yaitu harus rajin menjaga kesehatan..
=> Kekuatan seorang muslimah adalah kuat pada kemauan..
Muslimah memiliki sejuta obsesi dan mimpi juga sejuta kerja (bukan cuma mimpi doank!) yang bersandar pada kebaikan dan mencari cara untuk mewujudkannya..
=> Muslimah yg tangguh adalah muslimah yg ulet.. Ia adlah sosok yg tahan banting, tabah dan tahan menderita,,
=> Muslimah yg ulet adalah tidak mudah putus asa. Kemauannya keras untuk mewujudkan tujuan dan cita2nya.. Kalo diibaratkan She has endurance of a marathon runner,, hehehehe :DDD
Kira2 begitulah menjadi muslimah tangguh..
nggak gampang emang,, Inspirasi dari para sahabiyah hrs terus kita gali sebab mereka adalah contoh2 muslimah tangguh dengan berbagai peran.. Read More..
@Sukar dikalahkan (kuat)
@Tidak lemah (pendirian)
@Kukuh
@Tabah dan tahan
=> Kekuatan seorang muslimah adalah selalu tampil fresh dan gag mudah sakit!!
Implikasinya yaitu harus rajin menjaga kesehatan..
=> Kekuatan seorang muslimah adalah kuat pada kemauan..
Muslimah memiliki sejuta obsesi dan mimpi juga sejuta kerja (bukan cuma mimpi doank!) yang bersandar pada kebaikan dan mencari cara untuk mewujudkannya..
=> Muslimah yg tangguh adalah muslimah yg ulet.. Ia adlah sosok yg tahan banting, tabah dan tahan menderita,,
=> Muslimah yg ulet adalah tidak mudah putus asa. Kemauannya keras untuk mewujudkan tujuan dan cita2nya.. Kalo diibaratkan She has endurance of a marathon runner,, hehehehe :DDD
Kira2 begitulah menjadi muslimah tangguh..
nggak gampang emang,, Inspirasi dari para sahabiyah hrs terus kita gali sebab mereka adalah contoh2 muslimah tangguh dengan berbagai peran.. Read More..
Kamis, 19 November 2009
Kiamat 2012??
Benarlah Ahmad Thomson ketika di dalam bukunya yang berjudul Dajjal – The AntiChrist mengatakan bahwa dunia yang sedang kita jalani dewasa ini –terutama sejak hampir satu abad yang lalu- telah menjadi sebuah Sistem Dajjal. Peradaban dunia semenjak raibnya sistem Islam yang bernama Khilafah Islamiyyah telah perlahan namun pasti mengarah dan membentuk diri menjadi sebuah peradaban yang sarat dengan Dajjalic Values. Kian hari kian nyata bahwa nilai-nilai Ilahi yang suci dan mulia secara sistematis mengalami marginalisasi alias penghapusan.
Sedemikian hegemoniknya sistem Dajjal sehingga menurut Ahmad Thomson bilamana dalam waktu dekat si oknum Dajjal muncul ke tengah umat manusia, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin sistem tersebut. Sebab sistem yang dibangun dengan sebutan Novus Ordo Seclorum (the New World Order) ini sangat compatible dengan karakteristik oknum Dajjal. Berbagai lini kehidupan telah dirancang dan dibentuk agar cocok dengan the arrival of the AntiChrist (kedatangan Dajjal). Segenap lini kehidupan manusia yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, pertahanan-keamanan, pendidikan dan hukum dijauhkan dari dienullah alias nilai-nilai Islam. Bahkan aspek entertainment-pun diarahkan untuk menyambut kedatangan Dajjal.
Oleh karenanya saudaraku, waspadailah berbagai filem yang dewasa ini menjadi primadona bentuk hiburan di abad modern. Salah satunya ialah filem box office yang dewasa ini sedang menyedot perhatian sebagian besar penduduk planet bumi, yaitu filem berjudul 2012. Apa sesungguhnya masalah filem ini?
Pertama, filem ini ingin mengkondisikan umat manusia untuk meyakini bahwa the end of time atau apocolypse atau –katakanlah- hari Kiamat bakal terjadi pada tanggal tertentu yang sudah bisa diprediksi, yaitu tanggal 21 desember tahun 2012. Ini merupakan suatu ramalan yang sangat berbahaya dari sudut pandang aqidah Islam. Mengapa? Karena Islam mengajarkan setiap kita untuk menyadari bahwa hanya Allah saja yang tahu kapan persisnya hari Kiamat bakal terjadi. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga tidak tahu kapan persisnya hari Kiamat.
Wallahu'alam Bish Showwab Read More..
Sedemikian hegemoniknya sistem Dajjal sehingga menurut Ahmad Thomson bilamana dalam waktu dekat si oknum Dajjal muncul ke tengah umat manusia, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin sistem tersebut. Sebab sistem yang dibangun dengan sebutan Novus Ordo Seclorum (the New World Order) ini sangat compatible dengan karakteristik oknum Dajjal. Berbagai lini kehidupan telah dirancang dan dibentuk agar cocok dengan the arrival of the AntiChrist (kedatangan Dajjal). Segenap lini kehidupan manusia yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, pertahanan-keamanan, pendidikan dan hukum dijauhkan dari dienullah alias nilai-nilai Islam. Bahkan aspek entertainment-pun diarahkan untuk menyambut kedatangan Dajjal.
Oleh karenanya saudaraku, waspadailah berbagai filem yang dewasa ini menjadi primadona bentuk hiburan di abad modern. Salah satunya ialah filem box office yang dewasa ini sedang menyedot perhatian sebagian besar penduduk planet bumi, yaitu filem berjudul 2012. Apa sesungguhnya masalah filem ini?
Pertama, filem ini ingin mengkondisikan umat manusia untuk meyakini bahwa the end of time atau apocolypse atau –katakanlah- hari Kiamat bakal terjadi pada tanggal tertentu yang sudah bisa diprediksi, yaitu tanggal 21 desember tahun 2012. Ini merupakan suatu ramalan yang sangat berbahaya dari sudut pandang aqidah Islam. Mengapa? Karena Islam mengajarkan setiap kita untuk menyadari bahwa hanya Allah saja yang tahu kapan persisnya hari Kiamat bakal terjadi. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga tidak tahu kapan persisnya hari Kiamat.
Wallahu'alam Bish Showwab Read More..
Bicaralah Dengan Hati
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati kita.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak kita, namun juga betapa lembut hati kita dalam menjalani segala sesuatunya.
Kita tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan
merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai
gula-gula dan kata-kata manis. Kita harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada kita.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan kita.
Dari komunikasi hati...akan sampai kehati pula.. Read More..
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati kita.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak kita, namun juga betapa lembut hati kita dalam menjalani segala sesuatunya.
Kita tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan
merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai
gula-gula dan kata-kata manis. Kita harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada kita.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan kita.
Dari komunikasi hati...akan sampai kehati pula.. Read More..
Label:
cinta
Sedekah Yuukk??^__^
Seorang muslim senantiasa khawatir akan nasibnya kelak di hari Kiamat atau hari Berbangkit. Sebab ia faham bahwa pada hari itu umat manusia bakal dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar sedangkan matahari berada sangat dekat dari kepala setiap orang. Maka ketika itu setiap orang sangat ingin agar dirinya bisa bernaung di bawah suatu tempat bernaung agar dapat terhindar dari panasnya sengatan matahari.
Alhamdulillah, Nabi Muhammad memberitahu kepada kita ummatnya, ilmu mengenai apa saja perbuatan yang bila dikerjakan selagi hidup di dunia yang fana ini, dapat menyebabkan hadirnya naungan di hari Kiamat. Oleh sebab itu seorang muslim-mukmin yang cerdas pasti bersemangat mencari tahu perbuatan apakah gerangan itu. Seorang muslim cerdas sangat peduli dengan apa-apa yang memastikan dirinya selamat dan sukses dalam kehidupan di alam abadi akhirat, sesudah ia meninggalkan dunia fana. Bahkan lebih jauh daripada itu, seorang mukmin pasti berusaha sekuat tenaga mengamalkan ilmu tersebut agar janji yang ada bersamanya menjadi kenyataan kelak di hari tidak ada naungan kecuali naungan yang datang dengan izin dan ridho Allah. Itulah sebabnya seorang muslim tidak akan pernah puas mendalami sekedar ilmu yang sebatas demi kepentingannya hidup di dunia fana ini. Ia pasti akan getol memperluas wawasan ilmunya hingga mencakup perkara sesudah kematiannya. Demikianlah permohonannya kepada Allah:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
”Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia pusat perhatianku dan batas pengetahuanku.” (HR Tirmidzi)
Seorang beriman sangat faham bahwa bila ia hanya memiliki pengetahuan yang bermanfaat sebatas untuk kepentingan dan kemaslahatan hidupnya di dunia belaka, maka itu tidaklah terlalu startegis. Maka iapun mencari tahu apa saja pengetahuan yang menyebabkan dirinya mengerti hal-hal yang bakal dialaminya setelah kehidupannya di dunia. Dan semua ilmu tersebut hanya mungkin ia dapatkan berdasarkan informasi dari Allah dan RasulNya semata. Sebab semua ilmu yang melewati batas dunia termasuk ilmu mengenai hal-hal yang ghaib. Dan itu tidak bisa diketahui kecuali bila datang dari Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun nyata. Bahkan Nabi Muhammad tidak akan bisa menjelaskannya kecuali karena beliau sendiri telah diberitahu Allah.
Di antara keterangan Rasulullah ialah hadits yang menyatakan bahwa naungan orang beriman di hari Kiamat sangat terkait dengan kebiasaannya mengeluarkan sedekah sewaktu hidupnya di dunia. Ketika di padang Mahsyar setiap orang menunggu giliran dirinya diadili serta timbangan kebaikan dan keburukannya diperhitungkan, maka semua orang bakal merasakan panasnya matahari di atas kepala masing-masing. Namun orang-orang yang bersedekah bakal memperoleh naungan dari matahari karena sedekahnya itu hingga hukuman alias vonis ditetapkan di antara manusia.
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :
كُلُّ امْرِئٍ فِي ظلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَاسِ ، أو قال :
حَتَّى يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ قال يزيد :
فَكَانَ أَبُو الخَيْرِ لَا يُخْطِئُهُ يَومٌ إلَّا تَصَدَّقَ مِنْهُ بِشَيْءٍ ،
أَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أوْ كَذا
“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari Kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.” (HR Al-Baihaqi – Al-Hakim – Ibnu Khuzaimah)
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad Nabi Muhammad dengan jelas dan tegas menyatakan sebagai berikut:
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ
Bersabda Rasulullah saw: “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)
Saudaraku, marilah kita rajin bersedekah agar memperoleh naungan di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Sungguh beruntung orang beriman yang melazimkan dirinya setiap hari mengeluarkan sedekah sebagai bentuk investasi cerdas untuk melindungi dirinya di hari yang sungguh sangat menyulitkan dan menakutkan kebanyakan manusia. Seperti yang dikatakan oleh periwayat hadits di atas yakni Yazid: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.”
Dan ketahuilah saudaraku, jangan pernah memandang remeh pemberian yang engkau keluarkan. Sebab bukan banyaknya sedekah yang menyebabkan naungan di hari Kiamat. Melainkan keikhlasan kitalah yang menyebabkannya. Sehingga dalam hadits lainnya Nabi bahkan bersabda sebagai berikut:
قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ
مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah kamu meremehkan sedikitpun perbuatan ma’ruf, sekalipun kamu sekedar menemui saudaramu dengan wajah berseri.” (HR Muslim)
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمِسْكِينَ لَيَقُومُ عَلَى بَابِي فَمَا أَجِدُ لَهُ شَيْئًا
أُعْطِيهِ إِيَّاهُ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ لَمْ تَجِدِي شَيْئًا
تُعْطِينَهُ إِيَّاهُ إِلَّا ظِلْفًا مُحْرَقًا فَادْفَعِيهِ إِلَيْهِ فِي يَدِهِ
“Ya Rasulullah, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu. Sesungguhnya seorang miskin berdiri di depan pintu rumahku, maka aku tidak menemukan sesuatu yang bisa aku berikan kepadanya.” Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: ”Jika kamu tidak menemukan sesuatu yang bisa kamu berikan kepadanya selain kuku binatang yang dibakar, maka serahkanlah kepadanya di tangannya.” (HR Tirmidzi)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan serta sikap pengecut dan kebakhilan.” (HR Muslim) Read More..
Alhamdulillah, Nabi Muhammad memberitahu kepada kita ummatnya, ilmu mengenai apa saja perbuatan yang bila dikerjakan selagi hidup di dunia yang fana ini, dapat menyebabkan hadirnya naungan di hari Kiamat. Oleh sebab itu seorang muslim-mukmin yang cerdas pasti bersemangat mencari tahu perbuatan apakah gerangan itu. Seorang muslim cerdas sangat peduli dengan apa-apa yang memastikan dirinya selamat dan sukses dalam kehidupan di alam abadi akhirat, sesudah ia meninggalkan dunia fana. Bahkan lebih jauh daripada itu, seorang mukmin pasti berusaha sekuat tenaga mengamalkan ilmu tersebut agar janji yang ada bersamanya menjadi kenyataan kelak di hari tidak ada naungan kecuali naungan yang datang dengan izin dan ridho Allah. Itulah sebabnya seorang muslim tidak akan pernah puas mendalami sekedar ilmu yang sebatas demi kepentingannya hidup di dunia fana ini. Ia pasti akan getol memperluas wawasan ilmunya hingga mencakup perkara sesudah kematiannya. Demikianlah permohonannya kepada Allah:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
”Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia pusat perhatianku dan batas pengetahuanku.” (HR Tirmidzi)
Seorang beriman sangat faham bahwa bila ia hanya memiliki pengetahuan yang bermanfaat sebatas untuk kepentingan dan kemaslahatan hidupnya di dunia belaka, maka itu tidaklah terlalu startegis. Maka iapun mencari tahu apa saja pengetahuan yang menyebabkan dirinya mengerti hal-hal yang bakal dialaminya setelah kehidupannya di dunia. Dan semua ilmu tersebut hanya mungkin ia dapatkan berdasarkan informasi dari Allah dan RasulNya semata. Sebab semua ilmu yang melewati batas dunia termasuk ilmu mengenai hal-hal yang ghaib. Dan itu tidak bisa diketahui kecuali bila datang dari Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun nyata. Bahkan Nabi Muhammad tidak akan bisa menjelaskannya kecuali karena beliau sendiri telah diberitahu Allah.
Di antara keterangan Rasulullah ialah hadits yang menyatakan bahwa naungan orang beriman di hari Kiamat sangat terkait dengan kebiasaannya mengeluarkan sedekah sewaktu hidupnya di dunia. Ketika di padang Mahsyar setiap orang menunggu giliran dirinya diadili serta timbangan kebaikan dan keburukannya diperhitungkan, maka semua orang bakal merasakan panasnya matahari di atas kepala masing-masing. Namun orang-orang yang bersedekah bakal memperoleh naungan dari matahari karena sedekahnya itu hingga hukuman alias vonis ditetapkan di antara manusia.
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :
كُلُّ امْرِئٍ فِي ظلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَاسِ ، أو قال :
حَتَّى يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ قال يزيد :
فَكَانَ أَبُو الخَيْرِ لَا يُخْطِئُهُ يَومٌ إلَّا تَصَدَّقَ مِنْهُ بِشَيْءٍ ،
أَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أوْ كَذا
“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari Kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.” (HR Al-Baihaqi – Al-Hakim – Ibnu Khuzaimah)
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad Nabi Muhammad dengan jelas dan tegas menyatakan sebagai berikut:
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ
Bersabda Rasulullah saw: “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)
Saudaraku, marilah kita rajin bersedekah agar memperoleh naungan di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Sungguh beruntung orang beriman yang melazimkan dirinya setiap hari mengeluarkan sedekah sebagai bentuk investasi cerdas untuk melindungi dirinya di hari yang sungguh sangat menyulitkan dan menakutkan kebanyakan manusia. Seperti yang dikatakan oleh periwayat hadits di atas yakni Yazid: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.”
Dan ketahuilah saudaraku, jangan pernah memandang remeh pemberian yang engkau keluarkan. Sebab bukan banyaknya sedekah yang menyebabkan naungan di hari Kiamat. Melainkan keikhlasan kitalah yang menyebabkannya. Sehingga dalam hadits lainnya Nabi bahkan bersabda sebagai berikut:
قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ
مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah kamu meremehkan sedikitpun perbuatan ma’ruf, sekalipun kamu sekedar menemui saudaramu dengan wajah berseri.” (HR Muslim)
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمِسْكِينَ لَيَقُومُ عَلَى بَابِي فَمَا أَجِدُ لَهُ شَيْئًا
أُعْطِيهِ إِيَّاهُ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ لَمْ تَجِدِي شَيْئًا
تُعْطِينَهُ إِيَّاهُ إِلَّا ظِلْفًا مُحْرَقًا فَادْفَعِيهِ إِلَيْهِ فِي يَدِهِ
“Ya Rasulullah, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu. Sesungguhnya seorang miskin berdiri di depan pintu rumahku, maka aku tidak menemukan sesuatu yang bisa aku berikan kepadanya.” Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: ”Jika kamu tidak menemukan sesuatu yang bisa kamu berikan kepadanya selain kuku binatang yang dibakar, maka serahkanlah kepadanya di tangannya.” (HR Tirmidzi)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan serta sikap pengecut dan kebakhilan.” (HR Muslim) Read More..
Label:
motivasi
di balik Kesendirianku...
Ada waktu dimana manusia merasa nyaman dalam kesendirian, terpekur dalam penatnya ujian yang selalu hadir dalam detik hidupnya. baginya air mata adalah teman setia, sunyi adalah selimut dalam kedinginan hati, detak jarum jam ibarat melodi yang menambah sendunya jiwa.
Padahal tanpa disadari, dalam kesendirian itu ada banyak tangan yang terangkat untuknya, dalam kesunyian itu ada banyak kata yang terucap lewat keikhlasan lisan para saudaranya. dalam detak jarum jam itu tersimpan rindu dalam rabithoh panjang di penghujung malam.
Ketahuilah... sejatinya kau tak pernah sendiri... adalah Dia yang setia berada dalam setiap detik harimu... dan ada saudaramu yang dengan ikhlas berdoa untuk kebaikanmu.... sedang kau tiada menyadari... karena kau merasa asyik dalam kesendirian yang justru membawamu jauh dari kesejukan iman dan dekat pada gersangnya kekufuran...
Percayalah, ukhuwah itu indah meski ia berhias airmata.... Read More..
Padahal tanpa disadari, dalam kesendirian itu ada banyak tangan yang terangkat untuknya, dalam kesunyian itu ada banyak kata yang terucap lewat keikhlasan lisan para saudaranya. dalam detak jarum jam itu tersimpan rindu dalam rabithoh panjang di penghujung malam.
Ketahuilah... sejatinya kau tak pernah sendiri... adalah Dia yang setia berada dalam setiap detik harimu... dan ada saudaramu yang dengan ikhlas berdoa untuk kebaikanmu.... sedang kau tiada menyadari... karena kau merasa asyik dalam kesendirian yang justru membawamu jauh dari kesejukan iman dan dekat pada gersangnya kekufuran...
Percayalah, ukhuwah itu indah meski ia berhias airmata.... Read More..
